Sekitar 180 hadits
berkata di atas mimbar sebelum bulan Ramadan: 'Puasa akan dimulai pada
yang harus saya ganti dari bulan Ramadan, dan saya tidak akan
"Nabi ﷺ biasa mencium di bulan puasa."
berpuasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzul-Hijjah.”
pada hari apapun di luar bulan Ramadan tanpa izin suaminya ketika
i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Suatu tahun beliau bepergian,
menjilat madu tiga pagi setiap bulan, tidak akan terkena bencana yang
tidak berpuasa satu hari di bulan Ramadan tanpa adanya keringanan, maka
ber-i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Nafi' berkata: "Abdullah bin
Baitul-Maqdis Yerusalem selama delapan belas bulan, kemudian kiblat dipindahkan ke Ka'bah
seorang Umm Walad adalah empat bulan dan sepuluh hari."
Haji Wada, dekat dengan waktu bulan sabit Dzul-Hijjah. Rasulullah ﷺ berkata:
hari yang paling suci, bukankah bulan kalian ini adalah bulan yang
Razin, bukankah kalian masing-masing melihat bulan secara langsung?' Saya menjawab: 'Tentu
Makkah pada pagi hari keempat bulan Dzul-Hijjah.”
'Aku berhubungan dengan istriku di bulan Ramadan.' Nabi ﷺ berkata: 'Bebaskan
setelah delapan belas hari dari bulan Ramadhan telah berlalu. Rasulullah ﷺ
melihatnya berpuasa lebih banyak di bulan manapun daripada di bulan Sya'ban.
ini," maksudnya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Mereka berkata: "Wahai Rasulullah!
dalamnya, daripada sepuluh hari pertama bulan Dzul-Hijjah. Dan sesungguhnya puasa satu
Alhamdulillah, Hadits.id telah hadir lebih dari 5 tahun yang lalu.
Jika Anda menyukai website ini, dan ingin menyumbang proses development, itu tidak perlu.
Cukup dengan beritahu sahabat Anda tentang keberadaan website ini (Insha Allah berguna), dan pastikan untuk mendoakan kami di setiap shalat Anda.
Ya, bantu bagikanJazakallah khair, semoga Allah tinggikan derajat kita dengan ilmu yang bermanfaat.