Shahih oleh Al-Albani
Bab Mempercepat dari Jam'ah
Ibn ‘Abbas berkata: Aku termasuk orang-orang lemah keluarganya yang dikirim oleh Rasulullah (ﷺ) pada malam Muzdalifah.
Shahih oleh Al-Albani
Ibn ‘Abbas berkata: Aku termasuk orang-orang lemah keluarganya yang dikirim oleh Rasulullah (ﷺ) pada malam Muzdalifah.
Shahih
Aisyah berkata: "Kami turun di Muzdalifah dan Sauda meminta izin kepada Nabi (ﷺ) untuk pergi (lebih awal) sebelum kerumunan orang. Dia adalah wanita yang lambat dan dia memberinya izin, sehingga dia pergi (dari Muzdalifa
Shahih
Aisyah (semoga Allah meridhoi dia) melaporkan: Sauda (istri Nabi yang mulia) yang berbadan besar meminta izin kepada Rasulullah (ﷺ) pada malam Muzdalifah untuk pergi dari (tempat itu) lebih dahulu dari beliau dan sebelum
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Ibrahim bin Uqbah bahwa Kuraib berkata: "Saya bertanya kepada Usamah bin Zaid, yang mengendarai di belakang Rasulullah (ﷺ) pada malam Arafah. Saya berkata: 'Apa yang kalian lakukan?' Dia berkata: 'Kami
Shahih oleh Darussalam
Semua Al Muzdalifah adalah tempat untuk (para jemaah haji) berdiri.
Shahih
Diriwayatkan dari `Umar: Orang-orang musyrik tidak akan meninggalkan Jam' (yaitu Muzdalifah) sampai matahari terbit di atas gunung Thabir. Nabi صلى الله عليه وسلم menentang mereka dengan meninggalkan (Muzdalifah) sebelum
Shahih oleh Darussalam
Kami biasa berangkat dari Muzdalifah menuju Mina di akhir malam, pada masa Rasulullah ﷺ.
Shahih oleh Darussalam
Saya mendengar orang yang kepada siapa surat Al-Baqarah diturunkan berkata, di tempat ini: Labbaik Allahumma Labbaik.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) berangkat dari Muzdalifah sebelum matahari terbit, dan Al-Fadl bin Abbas mengendarai di belakangnya. Ketika beliau sampai di Muhassir, beliau mempercepat langkah sedikit, kemudian mengikuti jalan tengah ya
Shahih oleh Darussalam
Orang-orang musyrik tidak bergerak dari Jam' (Muzdalifah) hingga matahari terbit di atas (gunung) Thabeer. Nabi (ﷺ) berbeda dari mereka dan bergerak sebelum matahari terbit.
Shahih
Tempat shalat ada di depanmu (di Al-Muzdalifah).
Shahih oleh Darussalam
It was narrated from 'Abdullah bin Yazid that Abu Ayyub Al-Ansari told him, that during the Farewell Pilgrimage. He prayed with the Messenger of Allah (ﷺ) Maghrib and 'Isha' prayers together at Al-Muzdalifah.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Sa'id bin Jubair berkata: "Saya bersama Ibn 'Umar ketika ia berangkat dari 'Arafah. Ketika ia tiba di Jam' (Al-Muzdalifah), ia menggabungkan Maghrib dan Isya, dan ketika ia selesai ia berkata: 'Rasulul
Shahih oleh Darussalam
'Abdullah berkata: "Saya tidak pernah melihat Rasulullah صلى الله عليه وسلم menggabungkan dua shalat kecuali di Al-Muzdalifah, dan pada hari itu beliau shalat Subuh sebelum waktunya."
Shahih oleh Darussalam
Ketika ia tiba di Al-Muzdalifah, ia shalat Maghrib, kemudian mereka melepas pelana unta mereka dan kemudian ia shalat 'Isya'.
Shahih
Rasulullah ﷺ berangkat dari Arafah, lalu turun di lembah, kemudian berkemih dan melakukan wudhu ringan. Aku berkata kepadanya, "Apakah kita shalat?" Dia menjawab, "Shalat ada di depanmu (yaitu di Muzdalifah)."
Shahih
Rasulullah صلى الله عليه وسلم kembali dari Arafah dan Usama (semoga Allah meridhoinya) duduk di belakangnya.
Shahih
Abdullah bin Yazid al-Khatmi melaporkan atas otoritas Abu Ayyub (semoga Allah meridhainya) bahwa dia shalat Maghrib dan Isya (bersama) di Muzdalifah dalam kebersamaan dengan Rasulullah ﷺ pada kesempatan Haji Wada.
Shahih
Ibn Umar (semoga Allah meridhoi mereka) melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) melaksanakan shalat Maghrib dan Isya' secara bersama di Muzdalifah.
Shahih
Rasulullah ﷺ menggabungkan shalat Maghrib dan Isya di Muzdalifah dan tidak ada sujud (yakni tidak ada rakaat shalat sunnah atau nafil di antara keduanya).