Shahih oleh Darussalam
Bab Apa yang Dikatakan Tentang Masuknya Nabi ke Makkah dari Puncaknya dan Keluar dari Bawahnya
Ketika Nabi datang ke Makkah, ia masuk dari sisi atasnya dan keluar dari sisi bawahnya.
Shahih oleh Darussalam
Ketika Nabi datang ke Makkah, ia masuk dari sisi atasnya dan keluar dari sisi bawahnya.
Shahih oleh Darussalam
Haji itu adalah Arafah. Siapa yang datang pada malam Jum'at sebelum terbitnya fajar, maka ia telah mendapatkan haji.
Shahih oleh Darussalam
Ayahnya tidak menyukai membuat syarat dalam haji dan dia berkata: 'Apakah sunnah Nabi kalian tidak cukup untuk kalian?'
Shahih oleh Darussalam
bahwa dia membawa air Zamzam, dan dia berkata: "Sesungguhnya Rasulullah (ﷺ) membawanya."
Shahih
Saya melihat bahwa Rasulullah (ﷺ) biasa menaiki kendaraannya di Dhul Hulaifah dan mulai mengucapkan, "Labbaik" ketika kendaraannya berdiri tegak.
Shahih
Bahwa Rasulullah (ﷺ) mulai mengucapkan, "Labbaik" dari Dhul-Hulaifa ketika kendaraannya berdiri tegak membawa dirinya.
Shahih
Nabi (ﷺ) mengirimkan saudaraku, 'Abdur Rahman bersamaku ke Tan'im untuk 'Umrah, dan dia memintaku untuk naik di atas pelana unta. 'Umar berkata, "Bersiaplah untuk bepergian untuk Haji, karena itu (Haji) adalah salah satu
Shahih
Anas melakukan haji dengan kendaraan dan dia bukan seorang yang pelit. Anas berkata, 'Rasulullah ﷺ melakukan haji dengan kendaraan dan kendaraan yang sama juga membawa barang-barangnya.'
Shahih
<p>Narrated Al-Qasim bin Muhammad:</p><p>`Aisha said, "O Allah's Messenger! You performed `Umra but I did not." He said, "O `Abdur-Rahman! Go along with your sister and let her perform `Umra from Tan`im." `Abdur-Rahman m
Shahih
Dari Abu Huraira رضي الله عنه, Nabi صلى الله عليه وسلم ditanya, "Amal apakah yang paling utama?" Beliau menjawab, "Iman kepada Allah dan Rasul-Nya." Ditanya lagi, "Kemudian apa?" Beliau menjawab, "Jihad di jalan Allah."
Shahih
Dari Aisyah Ummul Mukminin رضي الله عنها, ia berkata: "Wahai Rasulullah, kami menganggap jihad sebagai amal yang terbaik. Apakah kami tidak boleh berjihad?" Beliau menjawab: "Tidak, tetapi jihad yang terbaik bagi wanita
Shahih
Rasulullah (ﷺ) telah menetapkan sebagai Miqat (singular dari Mawaqit) Qarn untuk orang-orang Najd, Dhul-Hulaifa untuk orang-orang Madinah, dan Al-Juhfa untuk orang-orang Syam.
Shahih
Dari Ibn Abbas: Orang-orang Yaman biasa datang untuk Haji dan tidak membawa bekal yang cukup dan mereka berkata bahwa mereka bergantung pada Allah. Ketika mereka tiba di Makkah, mereka meminta kepada orang-orang, maka Al
Shahih
Rasulullah (ﷺ) menjadikan Dhul-Huiaifa sebagai Miqat bagi penduduk Madinah; Al-Juhfa bagi penduduk Syam; Qarn al-Manazil bagi penduduk Najd; dan Yalamlam bagi penduduk Yaman; dan Mawaqit ini adalah untuk orang-orang di t
Shahih
Narrated Nafi`: Abdullah bin `Umar said, "Allah's Messenger (ﷺ) said, 'The people of Medina should assume lhram from Dhul-Hulaifa; the people of Sham from Al-Juhfa; and the people of Najd from Qarn.' And `Abdullah added,
Shahih
Dari Ibn Abbas: Rasulullah (ﷺ) telah menetapkan Dhul Hulaifa sebagai Miqat bagi penduduk Madinah; Al-Juhfa bagi penduduk Syam; Qarn Ul-Manazil bagi penduduk Najd; dan Yalamlam bagi penduduk Yaman. Maka, tempat-tempat ter
Shahih
Dari Salim dari ayahnya yang berkata: "Nabi (ﷺ) telah menetapkan Mawaqit sebagai berikut: (No. 603)"
Shahih
Miqat untuk penduduk Najd adalah Qarn.
Shahih
Nabi (ﷺ) menetapkan Dhul-Hulaifah sebagai Miqat bagi penduduk Madinah.
Shahih
Nabi (ﷺ) menetapkan Dhul-Hulaifa sebagai miqat bagi penduduk Madinah, Al-Juhfa bagi penduduk Syam, Qarn al-Manazil bagi penduduk Najd, dan Yalamlam bagi penduduk Yaman.