Shahih oleh Darussalam
Bab Mencuci Kepala Suami oleh Istri yang Sedang Haid
Nabi (ﷺ) akan mengulurkan kepalanya ketika beliau sedang I'tikaf dan saya akan mencucinya, sementara saya sedang haid.
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) akan mengulurkan kepalanya ketika beliau sedang I'tikaf dan saya akan mencucinya, sementara saya sedang haid.
Shahih
Suatu ketika salah satu istri Nabi (ﷺ) melakukan i'tikaf bersamanya dan dia mengalami pendarahan di antara masa haidnya. Dia melihat darah (dari bagian pribadinya) dan mungkin dia meletakkan sebuah piring di bawahnya unt
Shahih
Aisyah berkata, “Salah satu istri Rasulullah (ﷺ) ber-i'tikaf bersamanya dan dia melihat darah dan keluarnya cairan kekuningan (dari kemaluannya) dan meletakkan sebuah wadah di bawahnya ketika dia shalat.”
Shahih
Diriwayatkan dari Aisyah: Salah satu dari ibu-ibu orang beriman (yaitu istri Nabi (ﷺ)) melakukan i'tikaf sementara dia mengalami pendarahan di antara haidnya.
Shahih
Ketika Nabi ﷺ sedang I'tikaf, beliau mendekatkan kepadaku kepalanya dan aku menyisirnya, dan beliau tidak masuk ke rumah kecuali untuk keperluan alami (buang air).
Shahih oleh Darussalam
Ketika Rasulullah (ﷺ) ingin melakukan i'tikaf, beliau shalat Subuh kemudian masuk ke tempat yang ingin beliau i'tikaf. Beliau ingin melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, maka beliau memerintahkan ag
Shahih oleh Darussalam
Abu Hurairah dan Aisyah meriwayatkan: "Nabi (ﷺ) biasa melakukan I'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan hingga Allah memanggilnya."
Shahih oleh Darussalam
Ketika Rasulullah صلى الله عليه وسلم ingin melakukan I'tikaf, beliau akan melaksanakan shalat Fajr dan kemudian masuk ke tempat I'tikafnya.
Shahih oleh Darussalam
Anas bin Malik berkata: "Nabi صلى الله عليه وسلم biasa melakukan I'tikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan. Suatu tahun beliau tidak melakukan I'tikaf, maka pada tahun berikutnya beliau melakukan I'tikaf selama dua pul
Shahih oleh Darussalam
Aisyah berkata: "Ketika Rasulullah SAW melakukan I'tikaf, beliau mendekatkan kepalanya kepadaku agar aku bisa menyisirnya, dan beliau tidak masuk ke rumah kecuali untuk kebutuhan pribadi."
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah (ﷺ) biasa menghabiskan sepuluh hari pertengahan Ramadan dalam i'tikaf di masjid. Suatu tahun, beliau melakukan i'tikaf di masjid (seperti biasa); ketika malam ke dua puluh satu tiba, dan malam ini ketika belia
Shahih oleh Darussalam
‘I used to observe I'tikaf during these ten days, then I decided to spend the last ten days in I'tikaf. So whoever was observing I'tikaf with me, let him stay in his place of I'tikaf.’
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) biasa melakukan i’tikaf selama sepuluh hari setiap tahun. Pada tahun di mana beliau wafat, beliau melakukan i’tikaf selama dua puluh hari. Dan Al-Qur’an akan ditinjau bersamanya sekali setiap tahun, tetapi pada
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) biasa melakukan i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Suatu tahun beliau bepergian, maka pada tahun berikutnya beliau melakukan i'tikaf selama dua puluh hari.
Shahih oleh Darussalam
Dia telah bernazar pada masa Jahiliyah untuk menghabiskan satu malam dalam I’tikaf. Dia bertanya kepada Nabi (ﷺ) tentang hal itu, maka beliau memerintahkan agar dia melaksanakannya dalam I’tikaf.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah صلى الله عليه وسلم biasa ber-i'tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melakukan i'tikaf di sebuah khemah Turki, di atas pintunya terdapat sepotong tikar dari anyaman. Ia mendorong tikar itu ke samping, kemudian ia mengeluarkan kepalanya dan berbicara kepada orang-orang.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Aisyah berkata: “Aku biasa masuk ke rumah untuk keperluan, dan ada orang sakit di dalamnya, dan aku hanya menanyakan tentangnya saat aku lewat.” Ia berkata: “Dan Rasulullah (ﷺ) tidak masuk ke rumah kec
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) biasa mendekatkan kepalanya kepadaku ketika beliau sedang ber-i'tikaf, dan aku mencucinya serta menyisir rambutnya, ketika aku berada di kamarku dan aku sedang haid, sedangkan beliau di masjid.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Safiyyah binti Huyai, istri Nabi (ﷺ), bahwa ia datang mengunjungi Rasulullah (ﷺ) ketika beliau sedang i’tikaf di masjid pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Ia berbicara dengan beliau sejenak di ma