Shahih
Bab Menyebutkan Para Malaikat
Hassan berkata, "Aku bertanya kepadamu demi Allah, apakah kamu mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata (kepadaku), 'Bantulah aku, ya Allah! Dukunglah dia (yaitu Hassan) dengan Roh Kudus?'"
Shahih
Hassan berkata, "Aku bertanya kepadamu demi Allah, apakah kamu mendengar Rasulullah (ﷺ) berkata (kepadaku), 'Bantulah aku, ya Allah! Dukunglah dia (yaitu Hassan) dengan Roh Kudus?'"
Shahih
Hassan bin Thabit meminta izin kepada Nabi (ﷺ) untuk mencela (yaitu, membuat puisi satir yang mencemarkan) orang-orang kafir. Nabi (ﷺ) bersabda, 'Bagaimana dengan fakta bahwa aku memiliki nasab yang sama dengan mereka?'
Shahih
Al-Bara' bin 'Azib berkata (melalui sanad lain): "Pada hari pengepungan Bani Quraizah, Rasulullah (ﷺ) berkata kepada Hassan bin Thabit, 'Cacilah mereka (dengan puisi-puisimu), dan Jibril bersamamu.'"
Shahih
Saya mulai mencela Hassan di hadapan `Aisyah. Dia berkata, "Jangan mencelanya karena dia membela Rasulullah (terhadap orang-orang kafir).` Aisyah menambahkan, "Suatu ketika Hassan meminta izin dari Nabi (ﷺ) untuk menguca
Shahih
Kami pergi menemui `Aisyah sementara Hassan bin Thabit bersamanya membacakan puisi untuknya dari beberapa bait syairnya, berkata "Seorang wanita yang terhormat dan bijaksana, tentangnya tidak ada yang bisa mencurigai. Di
Shahih
Hassan datang kepada Aisyah dan berkata: 'Seorang wanita yang terhormat dan saleh tidak menimbulkan kecurigaan. Dia tidak pernah berbicara tentang wanita-wanita yang terhormat dan lengah di belakang mereka.' Aisyah berka
Shahih
Ya Allah, bantu dia dengan Ruhul Qudus.
Shahih
Al-Barra bin Azib melaporkan: Saya mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda kepada Hassan bin Thabit, "Hujatlah mereka atau tantanglah mereka, dan Jibril bersamamu."
Shahih
Hisham melaporkan dari ayahnya bahwa Hassan bin Thabit banyak berbicara tentang 'A'isha. Saya memarahinya, lalu dia berkata: "Wahai keponakanku, biarkan dia, karena dia membela Rasulullah (ﷺ)."
Shahih
Masruq berkata: "Aku mengunjungi 'Aisyah ketika Hassan bin Thabit sedang duduk di sisinya dan melantunkan syair yang menggambarkan dirinya: "Dia adalah wanita yang suci dan bijaksana. Tidak ada tuduhan terhadapnya dan di
Shahih
Diriwayatkan dari Aisyah: Hassan berkata: Wahai Rasulullah, izinkan saya untuk menulis syair satir terhadap Abu Sufyan, maka beliau berkata: Bagaimana bisa, padahal saya juga memiliki hubungan keluarga dengannya? Maka Ha
Shahih
Hujatlah Quraisy, karena celaan itu lebih menyakitkan bagi mereka daripada luka anak panah.
Shahih
Hassan bin Thabit meminta izin kepada Rasulullah (ﷺ) untuk mengejek para musyrikin (dalam syair). Rasulullah (ﷺ) berkata, "Bagaimana dengan nenek moyangku?" Hassan berkata, "Aku akan mengeluarkanmu dari mereka seperti me
Shahih
Wahai Hassan! Jawablah atas nama Rasulullah. Ya Allah! Dukunglah dia (Hassan) dengan Roh Kudus.
Shahih
Hujatlah mereka (orang musyrik) dalam syair, dan Jibril bersamamu.
Shahih
Wahai Hassan! Jawablah atas nama Rasulullah. Ya Allah! Bantulah dia dengan Ruhul Qudus.
Shahih
Diriwayatkan dari Al-Bara, "Saya melihat Nabi صلى الله عليه وسلم menggendong Al-Hasan di atas bahunya dan berkata, "Ya Allah! Aku mencintainya, maka cintailah dia."
Shahih oleh Al-Albani
Sa'id berkata: Umar lewat di dekat Hassan ketika dia sedang melantunkan syair di masjid. Dia memandangnya. Kemudian dia berkata: 'Aku pernah melantunkan syair ketika ada orang yang lebih baik darimu (yaitu Nabi).'
Shahih
Bukankah dia telah menerima hukuman yang berat?
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Sa'eed bin Al-Musayyab berkata: "Umar lewat di depan Hassan bin Thabit saat dia sedang membaca puisi di Masjid, dan menatapnya dengan tajam. Dia berkata: 'Aku membaca puisi ketika ada orang yang lebih