Shahih oleh Darussalam
Bab
Di Mina.
Shahih oleh Darussalam
Di Mina.
Shahih
Rasulullah (ﷺ) biasa melaksanakan shalat dhuhur ketika matahari telah condong.
Shahih oleh Al-Albani
Dari Abdullah bin Mas'ud, beliau berkata: Ukuran bayangan ketika Rasulullah saw. shalat (shalat dhuhur) adalah tiga sampai lima kaki di musim panas dan lima sampai tujuh kaki di musim dingin.
Shahih oleh Al-Albani
Dinginkan shalat.
Shahih oleh Al-Albani
Ketika panas sangat terik, lakukanlah shalat (Dhuhur) ketika sudah agak dingin.
Shahih oleh Darussalam
dan beliau melakukan wudhu, dan shalat Dhuhur dua raka'at, dan 'Asr dua raka'at, dengan sebuah tombak pendek ('Anzah) di depannya.
Shahih oleh Darussalam
Dari Az-Zuhri, ia berkata: 'Anas memberitahuku bahwa Rasulullah (ﷺ) keluar ketika matahari telah melewati puncaknya, dan memimpin mereka dalam shalat Dhuhur.'
Shahih oleh Darussalam
Tundalah shalat Dhuhur hingga dingin, karena panas yang kalian rasakan adalah hembusan dari neraka.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) melakukan perjalanan hingga tiba di 'Arafah, di mana ia mendapati tenda telah dipasang untuknya. Ia tinggal di sana hingga matahari melewati puncaknya, kemudian ia memanggil Al-Qaswa' yang telah dipersiapk
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) biasa shalat Dhuhur ketika matahari telah lewat dari puncaknya.
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) biasa shalat shalat Hajir, yang kalian sebut 'Dhuhur', ketika matahari telah melewati puncaknya.
Shahih
Diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Umar: Rasulullah (ﷺ) bersabda, "Jika cuaca sangat panas, maka shalatlah shalat Dhuhur ketika menjadi (sedikit) lebih dingin, karena panas yang sangat itu berasal dari api n
Shahih
Diriwayatkan bahwa Abu Dhar berkata: "Mu'adh-dhin (pembuat panggilan) Nabi (ﷺ) mengumandangkan Adzan untuk shalat Dhuhur tetapi Nabi bersabda, 'Tunggu, tunggu, karena panas yang terik berasal dari api neraka. Dalam cuaca
Shahih
Dalam cuaca yang sangat panas, tunda shalat Dhuhur sampai menjadi lebih sejuk karena panas yang sangat adalah dari api neraka.
Shahih
Akhirkanlah shalat Dhuhur, karena sesungguhnya teriknya matahari adalah dari api neraka.
Shahih
Sesungguhnya teriknya panas adalah dari api neraka, maka jika panas menyengat, akhirlah shalat.
Shahih
"Nabi (ﷺ) shalat delapan raka'at untuk Dhuhur dan Ashar, serta tujuh raka'at untuk Maghrib dan Isya di Madinah." Aiyub berkata, "Mungkin itu adalah malam yang hujan."
Shahih
Abu Qatada melaporkan: Rasulullah (ﷺ) memimpin kami dalam shalat dan membaca di dua raka'at pertama shalat Dhuhur dan Ashar Surat Al-Fatihah dan dua surat lainnya. Dan terkadang beliau membacakan ayat-ayat itu dengan sua
Shahih
Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri: "Shalat Dhuhur dilaksanakan dan seseorang pergi ke al-Baqi' untuk memenuhi kebutuhannya, kemudian ia berwudhu dan datang, sementara Rasulullah (saw) berada di raka'at pertama yang b
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Abu Ma’mar berkata: “Saya berkata kepada Khabbab: ‘Bagaimana kalian mengenali bahwa Rasulullah saw. sedang membaca dalam shalat Dhuhur dan Ashar?’ Dia berkata: ‘Dari gerakan jenggotnya.’”