Bab Tentang Menjual Buah Sebelum Matang
Rasulullah ﷺ melarang menjual buah hingga matang. Dia ditanya: Apa yang dimaksud dengan kematangan? Dia menjawab: Buah menjadi merah atau kuning, dan dapat dimakan.
10 hadits yang perlu kamu baca
Rasulullah ﷺ melarang menjual buah hingga matang. Dia ditanya: Apa yang dimaksud dengan kematangan? Dia menjawab: Buah menjadi merah atau kuning, dan dapat dimakan.
Nabi ﷺ melarang menjual buah-buahan hingga terlihat kematangannya.
Janganlah kalian menjual buah-buahan hingga terlihat kematangannya.
Nabi ﷺ melarang penjualan yang disebut Al-Mukhabara, Al-Muhaqala, dan Al-Muzabana serta penjualan buah-buahan sampai bebas dari cacat.
Jabir (semoga Allah meridhoi dia) melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ melarang (atau melarang kami) menjual buah-buahan hingga mereka matang dalam kondisi baik.
Diriwayatkan bahwa Marwan bin Al-Hakam berkata bahwa seseorang harus melakukan wudhu setelah menyentuh kemaluannya. Marwan berkata: "Busrah binti Safwan memberitahuku tentang hal itu." 'Urwah mengirim seseorang untuk mem
Siapa yang menyentuh kemaluannya, maka ia tidak boleh shalat hingga ia berwudhu.
Wudhu harus dilakukan setelah menyentuh kemaluan.
Barangsiapa yang menyentuh kemaluannya, hendaklah ia berwudhu.
Seorang penunggang akan berjalan di bawah naungan salah satu cabangnya selama seratus tahun.