Bab Wudhu dari Menyentuh Kemaluan
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، عَنْ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ، أَنَّهُ قَالَ الْوُضُوءُ مِنْ مَسِّ الذَّكَرِ فَقَالَ مَرْوَانُ أَخْبَرَتْنِيهِ بُسْرَةُ بِنْتُ صَفْوَانَ . فَأَرْسَلَ عُرْوَةُ قَالَتْ ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا يُتَوَضَّأُ مِنْهُ فَقَالَ " مِنْ مَسِّ الذَّكَرِ " .
Diriwayatkan bahwa Marwan bin Al-Hakam berkata bahwa seseorang harus melakukan wudhu setelah menyentuh kemaluannya. Marwan berkata: "Busrah binti Safwan memberitahuku tentang hal itu." 'Urwah mengirim seseorang untuk memeriksa hal itu, dan dia berkata: "Rasulullah (صلى الله عليه وسلم) menyebutkan apa yang menyebabkan wudhu, dan berkata: 'Menyentuh kemaluan.'"
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
