Sesungguhnya imam itu ditetapkan untuk diikuti. Jika ia mengucapkan Allahu Akbar, maka ucapkanlah Allahu Akbar; jika ia rukuk, maka rukuklah; jika ia berkata Sami’ Allahu liman hamidah, maka ucapkanlah Rabbana wa lakal-h
Imam ditunjuk untuk diikuti. Ketika ia ruku, maka ruku; ketika ia berdiri lagi, maka berdirilah, dan jika ia shalat sambil duduk, maka shalatlah sambil duduk.
Imam diangkat untuk diikuti. Maka bacalah takbir ketika ia membacanya, dan rukuklah ketika ia rukuk, dan ketika ia mengucapkan: 'Allah mendengarkan orang yang memuji-Nya,' katakanlah: 'Ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segal
Imam itu diangkat agar diikuti, maka janganlah kalian berselisih dengannya. Bacalah takbir ketika ia membacanya; rukuklah ketika ia rukuk dan ketika ia berkata: 'Allah mendengar orang yang memuji-Nya,' katakanlah: 'Ya Al
Imam adalah untuk diikuti, jadi ketika ia mengucapkan 'Allahu Akbar', ucapkanlah 'Allahu Akbar' dan ketika ia ruku, rukulah dan ketika ia sujud, sujudlah dan jika ia shalat sambil berdiri, shalatlah sambil berdiri.
Imam diangkat hanya untuk diikuti; maka ketika ia shalat berdiri, shalatlah berdiri; dan ketika ia mengangkat dirinya, angkatlah dirimu; dan ketika ia shalat duduk, shalatlah duduk.
Imam diangkat hanya untuk diikuti; jadi ketika ia mengucapkan takbir, kalian juga harus mengucapkannya; ketika ia sujud, kalian juga harus sujud; ketika ia bangkit, kalian juga harus bangkit, dan ketika ia berkata 'Allah
Dari Abu Hurairah (Semoga Allah meridhoi dia) berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Imam diangkat hanya untuk diikuti; ketika dia mengucapkan 'Allah Maha Besar', katakanlah 'Allah Maha Besar' dan janganlah mengucapkan 'Allah
Imam diangkat untuk diikuti. Ketika ia rukuk, maka rukuklah, ketika ia berdiri, maka berdirilah, ketika ia sujud, maka sujudlah, dan ketika ia berkata 'Sami' Allahu liman hamidah', maka katakanlah 'Rabbanalakal-hamd'.