Rasulullah ﷺ biasa meminta izin kepada kami pada hari di mana beliau harus tinggal bersama salah satu istri beliau (secara bergiliran) setelah ayat Al-Qur'an berikut diturunkan: "Engkau boleh menjauhkan siapa yang Engkau
Rasulullah ﷺ memiliki sembilan istri. Jadi ketika beliau membagi (waktunya) dengan mereka, giliran istri pertama tidak datang kecuali pada hari kesembilan.
Aisyah berkata: Sauda binti Zam'a memberikan hari gilirannya kepadaku (Aisyah), sehingga Nabi ﷺ biasa memberikan hari giliranku dan hari Sauda kepadaku.
Rasulullah ﷺ biasa meminta izin kepada istri yang seharusnya dia tinggal di malam hari jika dia ingin pergi kepada istri yang lain, setelah ayat ini diturunkan:-- "Engkau (Wahai Muhammad) dapat menunda (giliran) siapa ya
Rasulullah ﷺ meminta izin kepada kami ketika ia memiliki (giliran untuk menghabiskan) satu hari dengan (salah satu istrinya) di antara kami (sementara ia juga ingin mengunjungi istri-istrinya yang lain).
Siapa yang memiliki dua istri dan cenderung kepada salah satunya daripada yang lain, maka dia akan datang pada Hari Kebangkitan dengan separuh tubuhnya miring.
Aisyah berkata: "Wahai keponakanku, Rasulullah ﷺ tidak memfavoritkan salah satu dari kami atas yang lain dalam hal pembagian waktu tinggal bersama kami. Sangat jarang ada hari di mana beliau tidak mengunjungi kami. Belia