Bab Penjelasan bahwa pilihan istri tidak dianggap talak kecuali dengan niat
حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ مُعَاذَةَ الْعَدَوِيَّةِ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْتَأْذِنُنَا إِذَا كَانَ فِي يَوْمِ الْمَرْأَةِ مِنَّا بَعْدَ مَا نَزَلَتْ { تُرْجِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُنَّ وَتُؤْوِي إِلَيْكَ مَنْ تَشَاءُ} فَقَالَتْ لَهَا مُعَاذَةُ فَمَا كُنْتِ تَقُولِينَ لِرَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا اسْتَأْذَنَكِ قَالَتْ كُنْتُ أَقُولُ إِنْ كَانَ ذَاكَ إِلَىَّ لَمْ أُوثِرْ أَحَدًا عَلَى نَفْسِي .
Aisyah (semoga Allah meridhoi beliau) melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) meminta izin kepada kami ketika ia memiliki (giliran untuk menghabiskan) satu hari dengan (salah satu istrinya) di antara kami (sementara ia juga ingin mengunjungi istri-istrinya yang lain). Setelah itu, ayat ini diturunkan: "Engkau boleh menangguhkan siapa yang engkau kehendaki di antara mereka, dan engkau boleh mendekatkan siapa yang engkau kehendaki" (QS. Al-Ahzab: 51). Mu'adzah berkata kepadanya: Apa yang engkau katakan kepada Rasulullah (ﷺ) ketika ia meminta izinmu? Ia berkata: Aku biasa mengatakan: Jika itu ada dalam pilihan ini, aku tidak akan membiarkan siapa pun mendahuluiku.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
