Shahih oleh Al-Albani
Bab Siapa yang Membencinya
Rasulullah ﷺ melarang kami untuk mengenakan pakaian Qassi, pakaian yang dicelup dengan safflower, cincin emas, dan membaca Al-Qur'an saat rukuk.
20 hadits yang bikin kamu lebih bijak memilih pakaian sehari-hari
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah ﷺ melarang kami untuk mengenakan pakaian Qassi, pakaian yang dicelup dengan safflower, cincin emas, dan membaca Al-Qur'an saat rukuk.
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah ﷺ melarangku untuk memakai cincin emas, atau pakaian Qassi, atau menggunakan pelana unta berwarna ungu.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah ﷺ melarang memakai sutra, dan cincin emas, dan minum dari Al-Hanatim.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah ﷺ melarang saya mengenakan cincin emas, dan dari mengenakan pakaian Al-Qassiyah, dan pakaian yang diwarnai dengan safflower, dan membaca Al-Qur'an saat saya sedang ruku.
Shahih oleh Darussalam
Nabi ﷺ melarang dua jenis pakaian. Dua jenis pakaian tersebut adalah Ishtimalus-Samma’ dan Ihtiba’ dalam satu kain, tanpa ada bagian dari kain tersebut yang menutupi auratnya.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah ﷺ melarang Ishtimal As-Samma' dan membungkus diri dalam satu pakaian (yang tidak menutupi bagian pribadi).
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah ﷺ melarang Ishtimal As-Samma' dan membungkus diri dalam satu pakaian (yang tidak menutupi bagian pribadi).
Shahih oleh Al-Albani
Aku tidak akan menaiki unta berwarna ungu, dan tidak akan mengenakan pakaian yang diwarnai dengan kunyit, dan tidak akan mengenakan baju yang dijahit dengan sutra.
Shahih oleh Darussalam
Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah ﷺ adalah yang dikenakan oleh Al-Hibr.
Shahih
Nabi ﷺ melarang orang yang berihram untuk mengenakan pakaian yang diwarnai dengan wars atau za'faran.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah ﷺ melarang muhrim untuk mengenakan pakaian yang dicat dengan saffron atau wars.
Shahih oleh Darussalam
Seorang laki-laki berdiri dan berkata: "Wahai Rasulullah! Pakaian apa yang engkau perintahkan kepada kami untuk dikenakan dalam Ihram?" Rasulullah ﷺ bersabda: "Janganlah kalian mengenakan baju, atau celana, atau khuf, ke
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah ﷺ pernah shalat mengenakan pakaian yang memiliki tanda. Ia melihat tanda-tanda tersebut. Ketika beliau mengucapkan salam, beliau bersabda: 'Ambilkan pakaian ini kepada Abu Jahm, karena pakaian ini telah mengal
Shahih
Sebuah jubah sutra dihadiahkan kepada Rasulullah ﷺ dan beliau memakainya serta melaksanakan shalat di dalamnya, kemudian beliau kembali dan melepasnya dengan keras seolah-olah beliau membencinya. Beliau kemudian berkata:
Shahih oleh Darussalam
Narrated Ibn 'Umar: That the Messenger of Allah ﷺ said: "Whoever arrogantly drags his garment, Allah will not look at him on the Day of Judgement." So Umm Salamah said: "What should the women do with their hems?" He said
Shahih oleh Al-Albani
This tradition has been transmitted by Hisham through a different chain of narrators to the same effect: Rub it off (with a stone), and then scratch it (with finger) by pouring water, then sprinkle water upon it.
Dia tidak boleh mengenakan baju, atau burdah, atau celana, atau imamah (sorban), atau pakaian yang telah terkena (dijahit dengan) wars atau saffron.
Hasan oleh Darussalam
Siapa yang membiarkan pakaiannya menyeret karena kesombongan, Allah tidak akan melihatnya pada Hari Kiamat.
Hasan oleh Al-Albani
Musaddad menyampaikan tradisi yang disebutkan di atas dari Abu 'Awanah dengan mengatakan: Pakaian kehinaan.
Hasan oleh Darussalam
Rasulullah ﷺ melarang Al-Mufaddam.