Bab Apakah Seseorang Dapat Dikenakan Hukuman Karena Kesalahan Orang Lain
Shahih oleh Darussalam
akhbarana abu dawuda, qala haddatsana abu attabin, qala haddatsana syubahu, ani alasyatsi ibni sulaymin, ani alaswadi ibni hilalin, - wakana qad adraka annabiyya - an rajulin min ibani tsalabaha ibni yarbuin anna nasan min ibani tsalabaha ashabu rajulan min ashhabi annabiyyi faqala rajulun min ashhabi rasuli allahi ya rasula allahi haulai ibanu tsalabaha qatalat fulanan. faqala rasulu allahi " la tajni nafsun ala ukhra ". qala syubahu a la yukhadzu ahadun biahadin waallahu taala alamu.
Diriwayatkan dari Al-Aswad bin Hilal - yang pernah bertemu dengan Nabi ﷺ - dari seorang lelaki dari Banu Tha'labah bin Yarbu, bahwa: beberapa orang dari Banu Tha'labah membunuh seorang lelaki dari kalangan sahabat Rasulullah. Seorang lelaki dari kalangan sahabat Rasulullah berkata: "Wahai Rasulullah, ini adalah Banu Tha'labah yang telah membunuh si fulan." Rasulullah bersabda: "Tidak ada jiwa yang terpengaruh oleh dosa jiwa yang lain." Shu'bah (salah satu perawi) berkata: "Artinya: Tidak ada jiwa yang bertanggung jawab atas dosa jiwa yang lain, dan Allah lebih mengetahui."