Bab Apakah Seseorang Dapat Dikenakan Hukuman Karena Kesalahan Orang Lain
أَخْبَرَنَا يُوسُفُ بْنُ عِيسَى، قَالَ أَنْبَأَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى، قَالَ أَنْبَأَنَا يَزِيدُ، - وَهُوَ ابْنُ زِيَادِ بْنِ أَبِي الْجَعْدِ - عَنْ جَامِعِ بْنِ شَدَّادٍ، عَنْ طَارِقٍ الْمُحَارِبِيِّ، أَنَّ رَجُلاً، قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَؤُلاَءِ بَنُو ثَعْلَبَةَ الَّذِينَ قَتَلُوا فُلاَنًا فِي الْجَاهِلِيَّةِ . فَخُذْ لَنَا بِثَأْرِنَا . فَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى رَأَيْتُ بَيَاضَ إِبْطَيْهِ وَهُوَ يَقُولُ " لاَ تَجْنِي أُمٌّ عَلَى وَلَدٍ " . مَرَّتَيْنِ .
Diriwayatkan dari Tariq Al-Muharibi bahwa seorang laki-laki berkata: "Wahai Rasulullah, ini adalah Banu Tha'labah yang telah membunuh fulan pada masa Jahiliyah: balaskanlah kami!" Ia mengangkat tangannya hingga terlihat putihnya ketiaknya dan berkata: "Tidak ada dosa seorang ibu yang dapat mempengaruhi anaknya," dua kali.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
