Bab Apa yang Wajib bagi Siapa yang Mengharuskan Diri untuk Menunaikan Nazar tetapi Tidak Mampu
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ أَنْبَأَنَا حَمَّادُ بْنُ مَسْعَدَةَ، عَنْ حُمَيْدٍ، عَنْ ثَابِتٍ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ رَأَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم رَجُلاً يُهَادَى بَيْنَ رَجُلَيْنِ فَقَالَ " مَا هَذَا " . قَالُوا نَذَرَ أَنْ يَمْشِيَ إِلَى بَيْتِ اللَّهِ . قَالَ " إِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْ تَعْذِيبِ هَذَا نَفْسَهُ مُرْهُ فَلْيَرْكَبْ " .
Dari Anas, ia berkata: "Nabi (ﷺ) melihat seorang lelaki yang disokong oleh dua orang dan berkata: 'Apa ini?' Mereka berkata: 'Dia bernazar untuk berjalan ke Baitullah.' Beliau berkata: 'Allah tidak membutuhkan orang ini untuk menyiksa dirinya. Katakan kepadanya untuk naik (naik kendaraan).'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
