Bab Iddah Wanita Hamil yang Suaminya Meninggal
Shahih oleh Darussalam
akhbarana husaynu ibnu manshurin, qala haddatsana jafaru ibnu awnin, qala haddatsana yahya ibnu saidin, qala akhbarani sulaymanu ibnu yasarin, qala akhbarani abu salamaha ibnu abdi arrahmani, qala kuntu ana wabnu, abbasin waabu hurayraha faqala abnu abbasin idza wadhaati almarahu bada wafahi zawjiha fainna iddataha akhiru alajalayni. faqala abu salamaha fabaatsna kurayban ila ummi salamaha yasaluha an dzalika fajaana min indiha anna subayaha tuwuffiya anha zawjuha fawadhaat bada wafahi zawjiha biayyamin faamaraha rasulu allahi an tatazawwaja.
Abu Salamah bin 'Abdur-Rahman berkata: "Ibn 'Abbas, Abu Hurairah dan saya bersama-sama, dan Ibn 'Abbas berkata: 'Jika seorang wanita melahirkan setelah suaminya meninggal, maka iddahnya adalah yang lebih lama dari dua periode.'" Abu Salamah berkata: "Kami mengutus Kuraib kepada Umm Salamah untuk menanyakan hal itu. Dia datang kepada kami dan memberitahukan dari dia bahwa suami Subai'ah meninggal dan dia melahirkan beberapa hari setelah suaminya meninggal, dan Rasulullah ﷺ memerintahkannya untuk menikah."