Shahih Muslim · Kitab Shalat · No. 468

Bab Perintah Para Imam untuk Memperpendek Shalat

Shahih

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا أَبِي، حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ، حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ طَلْحَةَ، حَدَّثَنِي عُثْمَانُ بْنُ أَبِي الْعَاصِ الثَّقَفِيُّ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ لَهُ " أُمَّ قَوْمَكَ " . قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَجِدُ فِي نَفْسِي شَيْئًا . قَالَ " ادْنُهْ " . فَجَلَّسَنِي بَيْنَ يَدَيْهِ ثُمَّ وَضَعَ كَفَّهُ فِي صَدْرِي بَيْنَ ثَدْيَىَّ ثُمَّ قَالَ " تَحَوَّلْ " . فَوَضَعَهَا فِي ظَهْرِي بَيْنَ كَتِفَىَّ ثُمَّ قَالَ " أُمَّ قَوْمَكَ فَمَنْ أَمَّ قَوْمًا فَلْيُخَفِّفْ فَإِنَّ فِيهِمُ الْكَبِيرَ وَإِنَّ فِيهِمُ الْمَرِيضَ وَإِنَّ فِيهِمُ الضَّعِيفَ وَإِنَّ فِيهِمْ ذَا الْحَاجَةِ وَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ وَحْدَهُ فَلْيُصَلِّ كَيْفَ شَاءَ " .

haddatsana muhammadu ibnu abdi allahi ibni numayrin, haddatsana abi, haddatsana amru ibnu utsmana, haddatsana musa ibnu thalhaha, haddatsani utsmanu ibnu abi alashi attsaqafiyyu, anna annabiyya qala lahu " umma qawmaka ". qala qultu ya rasula allahi inni ajidu fi nafsi syayan. qala " adnuh ". fajallasani bayna yadayhi tsumma wadhaa kaffahu fi shadri bayna tsadyaa tsumma qala " tahawwal ". fawadhaaha fi zhahri bayna katifaa tsumma qala " umma qawmaka faman amma qawman falyukhaffif fainna fihimu alkabira wainna fihimu almaridha wainna fihimu addhaifa wainna fihim dza alhajahi waidza shalla ahadukum wahdahu falyushalli kayfa syaa ".

Utsman bin Abu Al-As at-Thaqafi melaporkan: Rasulullah ﷺ berkata kepadanya: Pimpinlah kaummu dalam shalat. Saya berkata: Wahai Rasulullah, saya merasakan sesuatu (yang mengganggu) dalam jiwa saya. Dia (Nabi) meminta saya untuk mendekat dan membuat saya duduk di depannya, lalu meletakkan tangannya di dadaku di antara puting saya. Kemudian, setelah menyuruh saya untuk berbalik, dia meletakkannya di punggung saya di antara kedua bahu saya. Dia kemudian berkata: Jadilah imam bagi kaummu. Barangsiapa yang menjadi imam bagi suatu kaum, hendaknya ia memperpendek, karena di antara mereka ada orang tua, ada orang sakit, ada orang lemah, dan ada orang yang memiliki urusan. Namun ketika salah satu di antara kalian shalat sendirian, silakan shalat sesuka hati.

Penjelasan