Bab Bertekad dalam Doa dan Jangan Mengatakan Jika Engkau Menghendaki
Shahih
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ، وَقُتَيْبَةُ، وَابْنُ، حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ، - يَعْنُونَ ابْنَ جَعْفَرٍ - عَنِ الْعَلاَءِ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ " إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلاَ يَقُلِ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي إِنْ شِئْتَ وَلَكِنْ لِيَعْزِمِ الْمَسْأَلَةَ وَلْيُعَظِّمِ الرَّغْبَةَ فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَتَعَاظَمُهُ شَىْءٌ أَعْطَاهُ " .
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika salah seorang di antara kalian berdoa (kepada Tuhannya) janganlah ia mengatakan: Ya Allah, ampuni aku jika Engkau menghendaki, tetapi hendaklah ia berdoa dengan sungguh-sungguh dan penuh harapan, karena tidak ada sesuatu yang terlalu besar di sisi Allah yang tidak dapat Dia berikan."