Bab Larangan Memohon Ampunan untuk Para Musyrik
akhbarana ishaqu ibnu manshurin, qala haddatsana abdu arrahmani, an sufyana, an abi ishaqa, an abi alkhalili, an aliyyin, qala : samitu rajulan, yastaghfiru labawayhi wahuma musyrikani faqultu : atastaghfiru lahuma wahuma musyrikani faqala awalam yastaghfir ibrahimu labihi. faataytu annabiyya fadzakartu dzalika lahu fanazalat wama kana astighfaru ibrahima labihi ila an mawidahin waadaha iyyahu.
Diriwayatkan bahwa Ali berkata: "Saya mendengar seorang pria berdoa untuk ampunan bagi kedua orang tuanya yang musyrik, dan saya berkata: 'Apakah kamu berdoa untuk ampunan bagi mereka meskipun mereka musyrik?' Dia berkata: 'Bukankah Ibrahim berdoa untuk ampunan bagi ayahnya?' Saya pergi kepada Nabi ﷺ dan memberitahukan hal itu, kemudian turunlah ayat: 'Dan Ibrahim (Abraham) berdoa (kepada Allah) untuk ampunan bagi ayahnya hanya karena janji yang telah dibuatnya kepada ayahnya.'" (Daif)