Bab Senyuman Beliau صلى الله عليه وسلم dan Baiknya Pergaulan
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، قَالَ قُلْتُ لِجَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ أَكُنْتَ تُجَالِسُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ نَعَمْ كَثِيرًا كَانَ لاَ يَقُومُ مِنْ مُصَلاَّهُ الَّذِي يُصَلِّي فِيهِ الصُّبْحَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتْ قَامَ وَكَانُوا يَتَحَدَّثُونَ فَيَأْخُذُونَ فِي أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ فَيَضْحَكُونَ وَيَتَبَسَّمُ صلى الله عليه وسلم .
Simak bin Harb melaporkan: Saya berkata kepada Jabir bin Samurah: Apakah kamu pernah duduk bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم? Ia menjawab: Ya, sangat sering, dan menambahkan: Dia tidak berdiri (dan pergi) dari tempat di mana ia melaksanakan shalat subuh hingga matahari terbit, dan setelah matahari terbit, ia berdiri, dan mereka (para sahabatnya) berbincang-bincang satu sama lain dan membicarakan hal-hal (yang mereka lakukan selama Zaman Jahiliyah), dan mereka tertawa. Rasulullah صلى الله عليه وسلم hanya tersenyum.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
