Bab Keutamaan Jarir bin 'Abdullah Al-Bajali
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ، عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ، عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْبَجَلِيِّ، قَالَ مَا حَجَبَنِي رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ مُنْذُ أَسْلَمْتُ وَلاَ رَآنِي إِلاَّ تَبَسَّمَ فِي وَجْهِي وَلَقَدْ شَكَوْتُ إِلَيْهِ أَنِّي لاَ أَثْبُتُ عَلَى الْخَيْلِ فَضَرَبَ بِيَدِهِ فِي صَدْرِي فَقَالَ " اللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ وَاجْعَلْهُ هَادِيًا مَهْدِيًّا " .
Dari Jarir bin 'Abdullah Al-Bajali, ia berkata: "Rasulullah ﷺ tidak pernah menolak untuk melihatku sejak aku masuk Islam, dan setiap kali ia melihatku, ia tersenyum kepadaku. Aku mengeluh kepadanya bahwa aku tidak bisa duduk dengan baik di atas kuda, maka ia memukul dadaku dengan tangannya dan berkata: 'Ya Allah, teguhkanlah dia dan jadikanlah dia sebagai petunjuk dan yang mendapatkan petunjuk.'"