Bab Apa yang Dikatakan dalam Shalat Khauf
Shahih oleh Darussalam
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ، أَنْبَأَنَا جَرِيرٌ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ـ ﷺ ـ فِي صَلاَةِ الْخَوْفِ " أَنْ يَكُونَ الإِمَامُ يُصَلِّي بِطَائِفَةٍ مَعَهُ فَيَسْجُدُونَ سَجْدَةً وَاحِدَةً وَتَكُونُ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْعَدُوِّ ثُمَّ يَنْصَرِفُ الَّذِينَ سَجَدُوا السَّجْدَةَ مَعَ أَمِيرِهِمْ ثُمَّ يَكُونُونَ مَكَانَ الَّذِينَ لَمْ يُصَلُّوا وَيَتَقَدَّمُ الَّذِينَ لَمْ يُصَلُّوا فَيُصَلُّوا مَعَ أَمِيرِهِمْ سَجْدَةً وَاحِدَةً ثُمَّ يَنْصَرِفُ أَمِيرُهُمْ وَقَدْ صَلَّى صَلاَتَهُ وَيُصَلِّي كُلُّ وَاحِدَةٍ مِنَ الطَّائِفَتَيْنِ بِصَلاَتِهِ سَجْدَةً لِنَفْسِهِ فَإِنْ كَانَ خَوْفٌ أَشَدَّ مِنْ ذَلِكَ فَرِجَالاً أَوْ رُكْبَانًا " . قَالَ يَعْنِي بِالسَّجْدَةِ الرَّكْعَةَ .
haddatsana muhammadu ibnu asshabbahi, anbaana jarirun, an ubaydi allahi ibni umara, an nafiin, ani abni umara, qala qala rasulu allahi fi shalahi alkhawfi " an yakuna alimamu yushalli bithaifahin maahu fayasjuduna sajdahan wahidahan watakunu thaifahun minhum baynahum wabayna aladuwwi tsumma yansharifu adzina sajadu assajdaha maa amirihim tsumma yakununa makana adzina lam yushallu wayataqaddamu adzina lam yushallu fayushallu maa amirihim sajdahan wahidahan tsumma yansharifu amiruhum waqad shalla shalatahu wayushalli kullu wahidahin mina atthaifatayni bishalatihi sajdahan linafsihi fain kana khawfun asyadda min dzalika farijalan aw rukbanan ". qala yani biassajdahi arrakaha.
Diriwayatkan bahwa Ibn ‘Umar berkata: “Rasulullah ﷺ bersabda tentang shalat khauf: “Imam harus memimpin satu kelompok dalam shalat, dan mereka harus melakukan satu sujud, dan ada kelompok lain di antara mereka dan musuh (menjaga mereka). Kemudian mereka yang melakukan sujud bersama pemimpin mereka harus berpindah, dan mengambil tempat orang-orang yang belum shalat. Kemudian mereka yang belum shalat harus maju dan melakukan satu sujud bersama pemimpin mereka. Kemudian pemimpin mereka harus berpindah, dan shalatnya akan selesai. Kemudian setiap kelompok harus melakukan satu sujud untuk dirinya sendiri. Jika ketakutan terlalu besar, maka (mereka harus shalat) dalam keadaan berdiri atau berkendara.” Dia berkata: Yang dimaksud dengan sujud di sini adalah satu rakaat.
Ringkasan, rujukan ulama, dan hikmah praktis