Bab Tentang Pernikahan
حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ، عَنْ ذَكْوَانَ، عَنْ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " الْبِكْرُ تُسْتَأْذَنُ ". قُلْتُ إِنَّ الْبِكْرَ تَسْتَحْيِي قَالَ " إِذْنُهَا صُمَاتُهَا ". وَقَالَ بَعْضُ النَّاسِ إِنْ هَوِيَ رَجُلٌ جَارِيَةً يَتِيمَةً أَوْ بِكْرًا، فَأَبَتْ فَاحْتَالَ فَجَاءَ بِشَاهِدَىْ زُورٍ عَلَى أَنَّهُ تَزَوَّجَهَا، فَأَدْرَكَتْ فَرَضِيَتِ الْيَتِيمَةُ، فَقَبِلَ الْقَاضِي شَهَادَةَ الزُّورِ، وَالزَّوْجُ يَعْلَمُ بِبُطْلاَنِ ذَلِكَ، حَلَّ لَهُ الْوَطْءُ.
Dari Aisha: Rasulullah (ﷺ) bersabda, 'Perawan harus dimintai izin (untuk menikah).' Saya berkata, 'Perawan merasa malu.' Beliau (ﷺ) berkata, 'Izinnya adalah diamnya.' Beberapa orang berkata, 'Jika seorang pria jatuh cinta kepada seorang gadis yatim atau perawan, dan dia menolak (dia), lalu dia menggunakan tipu daya dengan menghadirkan dua saksi palsu bahwa dia telah menikahinya, dan gadis yatim itu setuju setelah mencapai usia baligh dan hakim menerima kesaksian palsu tersebut, dan suami tahu bahwa saksi itu adalah palsu, maka dia boleh menggaulinya.'
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
