Bab Apakah Sihir Dapat Dikeluarkan
Shahih
haddatsani abdu allahi ibnu muhammadin, qala samitu abna uyaynaha, yaqulu awwalu man haddatsana bihi abnu jurayjin, yaqulu haddatsani alu, urwaha an urwaha, fasaaltu hisyaman anhu fahaddatsana an abihi, an aisyaha rdh allah nh qalat kana rasulu allahi suhira hatta kana yara annahu yati annisaa wala yatihinna. qala sufyanu wahadza asyaddu ma yakunu mina assihri idza kana kadza. faqala " ya aisyahu aalimti anna allaha qad aftani fima astaftaytuhu fihi, atani rajulani faqaada ahaduhuma inda rasi, waalakharu inda rijlaa, faqala adzi inda rasi lilakhari ma balu arrajuli qala mathbubun. qala waman thabbahu qala labidu ibnu ashama, rajulun min ibani zurayqin halifun liyahuda, kana munafiqan. qala wafima qala fi musythin wamusyaqahin. qala waayna qala fi juffi thalahin dzakarin, tahta raufahin, fi biri dzarwana ". qalat faata annabiyyu albira hatta astakhrajahu faqala " hadzihi albiru ati urituha, wakaanna maaha nuqaahu alhinnai, wakaanna nakhlaha ruusu assyayathini ". qala fastukhrija, qalat faqultu afala a tanassyarta. faqala " ama waallahi faqad syafani, waakrahu an utsira ala ahadin mina annasi syarran ".
Telah diceritakan kepada saya Abdullah bin Muhammad, ia berkata: Saya mendengar Ibn Uyaynah berkata: Pertama kali yang menceritakan kepada kami adalah Ibn Jurayj, ia berkata: Telah menceritakan kepada saya Al-'Urwah dari Urwah. Saya bertanya kepada Hisham tentang hal itu, lalu ia menceritakan kepada kami dari ayahnya, dari Aisyah -semoga Allah meridhainya- ia berkata: Rasulullah ﷺ terkena sihir hingga ia mengira bahwa ia telah berhubungan dengan istrinya, padahal ia tidak melakukannya. Sufyan berkata: Dan ini adalah sihir yang paling parah jika seperti itu. Ia berkata: "Wahai Aisyah, tahukah kamu bahwa Allah telah memberi petunjuk kepadaku tentang perkara yang aku tanyakan kepada-Nya? Dua orang datang kepadaku, salah satunya duduk di dekat kepalaku dan yang lainnya duduk di dekat kakiku. Yang dekat kepalaku berkata kepada yang lainnya: Apa yang terjadi pada lelaki ini? Ia menjawab: Dia terkena sihir. Ia bertanya: Siapa yang menyihirnya? Ia menjawab: Labid bin Al-A'sam, seorang lelaki dari Bani Zuraiq, yang bersekutu dengan orang-orang Yahudi, ia seorang munafik. Ia bertanya: Dengan apa? Ia menjawab: Dengan sisir dan rambut yang menempel padanya. Ia bertanya: Di mana? Ia menjawab: Di dalam kulit bunga jantan, di bawah batu di sumur Dharwan. Aisyah berkata: Maka Nabi ﷺ pergi ke sumur itu hingga ia mengeluarkannya. Ia berkata: "Ini adalah sumur yang aku diperlihatkan, seakan-akan airnya seperti infus daun henna, dan seakan-akan pohon-pohonnya seperti kepala-kepala setan." Ia berkata: Maka dikeluarkan, Aisyah berkata: Apakah engkau tidak mengobati dirimu dengan Nashra? Ia berkata: "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah menyembuhkanku, dan aku benci jika menimbulkan keburukan pada salah satu dari manusia."