Bab Perkataan-Nya وَالْخَامِسَةُ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إِنْ كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَ
Shahih
حَدَّثَنَا مُقَدَّمُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى، حَدَّثَنَا عَمِّي الْقَاسِمُ بْنُ يَحْيَى، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ، وَقَدْ سَمِعَ مِنْهُ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ رَجُلاً، رَمَى امْرَأَتَهُ فَانْتَفَى مِنْ وَلَدِهَا فِي زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَأَمَرَ بِهِمَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فَتَلاَعَنَا كَمَا قَالَ اللَّهُ، ثُمَّ قَضَى بِالْوَلَدِ لِلْمَرْأَةِ وَفَرَّقَ بَيْنَ الْمُتَلاَعِنَيْنِ.
Dari Ibnu Umar: Seorang pria menuduh istrinya berzina dan menolak paternitas terhadap anak yang dikandungnya pada masa kehidupan Rasulullah. Rasulullah ﷺ memerintahkan keduanya untuk melakukan Mula'ana sebagaimana yang telah ditentukan Allah, kemudian beliau memutuskan bahwa anak tersebut adalah milik ibunya, dan dikeluarkan surat cerai untuk pasangan yang terlibat dalam kasus Mula'ana.