Bab Warisan Mula'ana
حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ قَزَعَةَ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ نَافِعٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ ـ رضى الله عنهما أَنَّ رَجُلاً، لاَعَنَ امْرَأَتَهُ فِي زَمَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَانْتَفَى مِنْ وَلَدِهَا فَفَرَّقَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بَيْنَهُمَا، وَأَلْحَقَ الْوَلَدَ بِالْمَرْأَةِ.
Telah menceritakan kepadaku Yahya bin Qaz'ah, telah menceritakan kepada kami Malik, dari Nafi, dari Ibn Umar bahwa seorang laki-laki melaknat istrinya di zaman Nabi صلى الله عليه وسلم dan menolak anaknya, maka Nabi صلى الله عليه وسلم memisahkan antara keduanya, dan mengakui anak tersebut sebagai anak perempuan.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
