Bab Puasa Hari 'Ashura
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى، عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ، عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ، إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ. يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ.
Ubaidullah bin Musa menceritakan dari Ibn Uyaynah, dari Ubaidullah bin Abi Yazid, dari Ibn Abbas - semoga Allah meridhoi keduanya - berkata: “Aku tidak pernah melihat Nabi ﷺ berusaha untuk berpuasa pada suatu hari yang lebih dipilihnya dibandingkan hari lain, kecuali pada hari ini, yaitu hari 'Ashura', dan bulan ini, yaitu bulan Ramadan.”
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
