Bab Berpuasa Terus-Menerus dan Siapa yang Mengatakan Tidak Ada Puasa di Malam Hari

HR. Al-Bukhari no. 1961Shahih

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى، عَنْ شُعْبَةَ، قَالَ حَدَّثَنِي قَتَادَةُ، عَنْ أَنَسٍ ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ " لاَ تُوَاصِلُوا ". قَالُوا إِنَّكَ تُوَاصِلُ. قَالَ " لَسْتُ كَأَحَدٍ مِنْكُمْ، إِنِّي أُطْعَمُ وَأُسْقَى، أَوْ إِنِّي أَبِيتُ أُطْعَمُ وَأُسْقَى ".

Cara baca (latin)

haddatsana musaddadun, qala haddatsani yahya, an syubaha, qala haddatsani qatadahu, an anasin rdh allah nh ani annabiyyi qala " la tuwashilu ". qalu innaka tuwashilu. qala " lastu kaahadin minkum, inni uthamu wausqa, aw inni abitu uthamu wausqa ".

Diriwayatkan dari Anas bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah kalian berpuasa terus-menerus (tanpa berbuka)." Mereka berkata, "Tetapi Engkau berpuasa terus-menerus?" Nabi ﷺ menjawab, "Aku tidak seperti salah satu dari kalian, sesungguhnya aku diberi makan dan minum (oleh Allah) di malam hari."