Bab Haji dan Nadzar untuk Orang yang Sudah Meninggal dan Seorang Pria yang Melaksanakan Haji untuk Wanita
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ أَنَّ امْرَأَةً، مِنْ جُهَيْنَةَ جَاءَتْ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَتْ إِنَّ أُمِّي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ، فَلَمْ تَحُجَّ حَتَّى مَاتَتْ أَفَأَحُجُّ عَنْهَا قَالَ " نَعَمْ. حُجِّي عَنْهَا، أَرَأَيْتِ لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكِ دَيْنٌ أَكُنْتِ قَاضِيَةً اقْضُوا اللَّهَ، فَاللَّهُ أَحَقُّ بِالْوَفَاءِ ".
Telah menceritakan kepada kami Musa bin Ismail, telah menceritakan kepada kami Abu Awanah, dari Abi Bishr, dari Said bin Jubair, dari Ibn Abbas - semoga Allah meridhoi keduanya - bahwa seorang wanita dari Juhainah datang kepada Nabi صلى الله عليه وسلم dan berkata, "Ibuku telah bernazar untuk berhaji, tetapi ia tidak berhaji hingga meninggal. Bolehkah aku berhaji atas namanya?" Nabi صلى الله عليه وسلم menjawab, "Ya. Berhajilah atas namanya. Apakah kamu tidak melihat, jika ibumu memiliki utang, apakah kamu akan membayarnya? Maka penuhilah hak Allah, karena Allah lebih berhak untuk ditunaikan."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
