Bab Orang yang Meninggal dan Memiliki Nadzar
حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ أَبِي بِشْرٍ، قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ أَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ لَهُ إِنَّ أُخْتِي نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ وَإِنَّهَا مَاتَتْ. فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " لَوْ كَانَ عَلَيْهَا دَيْنٌ أَكُنْتَ قَاضِيَهُ ". قَالَ نَعَمْ. قَالَ " فَاقْضِ اللَّهَ، فَهْوَ أَحَقُّ بِالْقَضَاءِ ".
Telah menceritakan kepada kami Adam, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Abu Bishr, ia berkata: Saya mendengar Said bin Jubair, dari Ibn Abbas -semoga Allah meridhainya- berkata: Seorang lelaki datang kepada Nabi ﷺ dan berkata kepadanya, "Saudariku bernazar untuk melaksanakan Haji, tetapi dia meninggal (sebelum menunaikannya)." Nabi ﷺ bersabda, "Apakah kamu tidak akan membayar utangnya jika dia memiliki utang?" Lelaki itu menjawab, "Ya." Nabi ﷺ bersabda, "Maka tunaikanlah hak Allah, karena Dia lebih berhak untuk menerima hak-Nya."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
