Bab Menetap di Dhi Tuwa Sebelum Masuk Mekkah, dan Menetap di Al-Batha yang di Dhi Hulaifah Saat Kembali dari Mekkah
Shahih
haddatsana ibrahimu ibnu almundziri, haddatsana abu dhamraha, haddatsana musa ibnu uqbaha, an nafiin, anna abna umara rdh allah nhm kana yabitu bidzi thuwan bayna attsaniyyatayni, tsumma yadkhulu mina attsaniyyahi ati biala makkaha, wakana idza qadima makkaha hajjan aw mutamiran lam yunikh naqatahu ila inda bb almasjidi, tsumma yadkhulu fayati arrukna alaswada fayabdau bihi, tsumma yathufu saban tsalatsan sayan, waarbaan masyyan, tsumma yansharifu fayushalli sajdatayni, tsumma yanthaliqu qabla an yarjia ila manzilihi, fayathufu bayna asshafa waalmarwahi, wakana idza shadara ani alhajji awi alumrahi anakha bialbathhai ati bidzi alhulayfahi ati kana annabiyyu yunikhu biha.
Ibnu 'Umar biasa menghabiskan malam di Dhi Tuwa di antara dua Thaniyah, kemudian ia masuk Mekkah melalui Thaniyah yang berada di daerah tinggi Mekkah. Dan setiap kali ia datang ke Mekkah untuk Haji atau Umrah, ia tidak pernah membuat unta betina-nya berlutut kecuali di dekat pintu Masjid (Masjidil Haram), kemudian ia masuk dan pergi ke Hajar Aswad dan mulai dari sana mengelilingi Ka'bah tujuh kali: dengan cepat pada tiga putaran pertama (Ramal) dan berjalan pada empat putaran terakhir. Setelah selesai, ia shalat dua raka'at dan berangkat untuk melakukan Tawaf antara Safa dan Marwah sebelum kembali ke tempat tinggalnya. Ketika kembali (ke Madinah) dari Haji atau Umrah, ia biasa membuat unta-nya berlutut di Al-Batha yang berada di Dhi Hulaifah, tempat di mana Nabi ﷺ biasa membuat unta-nya berlutut.