Bab Tentang Siapa yang Tidur dari Shalat atau Melupakannya
Shahih oleh Al-Albani
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ، أَخْبَرَنَا خَالِدٌ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي قَتَادَةَ، عَنْ أَبِي قَتَادَةَ، فِي هَذَا الْخَبَرِ قَالَ فَقَالَ " إِنَّ اللَّهَ قَبَضَ أَرْوَاحَكُمْ حَيْثُ شَاءَ وَرَدَّهَا حَيْثُ شَاءَ قُمْ فَأَذِّنْ بِالصَّلاَةِ " . فَقَامُوا فَتَطَهَّرُوا حَتَّى إِذَا ارْتَفَعَتِ الشَّمْسُ قَامَ النَّبِيُّ ﷺ فَصَلَّى بِالنَّاسِ .
Dalam riwayat ini, Abu Qatadah berkata: "Sesungguhnya Allah mengambil jiwa-jiwa kalian sesuai kehendak-Nya, dan mengembalikannya sesuai kehendak-Nya. Bangkitlah dan panggillah Adzan untuk shalat." Mereka pun berdiri dan berwudhu. Ketika matahari sudah tinggi, Nabi ﷺ berdiri dan memimpin orang-orang dalam shalat.