Sunan Abu Dawud · Kitab Talak · No. 2308

Bab tentang Idah Ummi al-Walad

Shahih oleh Al-Albani

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ جَعْفَرٍ، حَدَّثَهُمْ ح، وَحَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الأَعْلَى، عَنْ سَعِيدٍ، عَنْ مَطَرٍ، عَنْ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ، عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ، عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، قَالَ لاَ تَلْبِسُوا عَلَيْنَا سُنَّتَهُ - قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى سُنَّةَ نَبِيِّنَا - ﷺ عِدَّةُ الْمُتَوَفَّى عَنْهَا أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ وَعَشْرٌ ‏.‏ يَعْنِي أُمَّ الْوَلَدِ ‏.‏

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id, bahwa Muhammad bin Ja'far telah menceritakan kepada mereka, dan telah menceritakan kepada kami Ibn al-Muthanna, telah menceritakan kepada kami Abdul A'la, dari Said, dari Matar, dari Raja' bin Haywah, dari Qabisa bin Zu'aib, dari Amru bin al-As, ia berkata: "Janganlah kalian membingungkan kami tentang Sunnahnya - Ibn al-Muthanna berkata: Sunnah Nabi kita - ﷺ adalah idah bagi wanita yang ditinggal mati suaminya adalah empat bulan dan sepuluh hari. Yaitu Ummi al-Walad.