Sekitar lebih dari 1000 hadits
'Utsman bin Affan meriwayatkan bahwa: Nabi (ﷺ) biasa merapikan jenggotnya.
Mematahkan tulang mayat adalah, dalam dosa, seperti mematahkan tulangnya ketika dia masih hidup.
Tradisi yang disebutkan di atas juga telah diriwayatkan oleh Al Zuhri melalui mata rantai perawi yang berbeda dengan makna yang sama. Versi ini menambahkan, 'Pada saat itu ia sedang mengisyaratkan…
Diriwayatkan dari Aisyah, Ummul Mu'minin: Rasulullah (ﷺ) bersabda: Mematahkan tulang orang mati adalah seperti mematahkannya ketika dia masih hidup.
Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah bahwa Rasulullah (ﷺ) keluar kepada kami dan berkata: 'Apakah kalian tidak akan merapatkan barisan seperti para malaikat merapatkan barisan di hadapan Tuhan mereka?' Mereka berkata…
Dari Anas bin Malik, Nabi (ﷺ) bersabda, "Rapatkan barisan kalian, karena merapatkan barisan adalah bagian dari pelaksanaan shalat yang sempurna dan benar."
…halal itu jelas dan yang haram itu jelas, dan di antara keduanya ada hal-hal yang meragukan dan kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Maka barang siapa yang menjaga diri dari hal…
Diriwayatkan bahwa Anas bin Malik berkata: “Rasulullah (ﷺ) bersabda: ‘Rapatkanlah barisan kalian, karena merapatkan barisan adalah bagian dari menyempurnakan shalat.’
…itu jelas, dan haram itu jelas, dan di antara keduanya ada perkara-perkara yang meragukan. Maka siapa yang meninggalkan perkara-perkara yang meragukan agar dia tidak terjerumus dalam dosa, pasti…
…bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Amalan yang berkaitan dengan Fitrah ada lima (atau lima hal yang berkaitan dengan Fitrah): khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kuku, mencabut rambut ketiak, dan merapikan kumis.'
Alhamdulillah, Hadits.id telah hadir lebih dari 5 tahun yang lalu.
Jika Anda menyukai website ini, dan ingin menyumbang proses development, itu tidak perlu.
Cukup dengan beritahu sahabat Anda tentang keberadaan website ini (Insha Allah berguna), dan pastikan untuk mendoakan kami di setiap shalat Anda.
Ya, bantu bagikanJazakallah khair, semoga Allah tinggikan derajat kita dengan ilmu yang bermanfaat.