Shahih oleh Darussalam
Bab Apa yang Dikatakan Tentang Kelalaian Dalam Waktu Shalat Ashar
Ibn Umar meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang kehilangan shalat Ashar, maka seolah-olah ia telah dirampas keluarganya dan hartanya."
Shahih oleh Darussalam
Ibn Umar meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Siapa yang kehilangan shalat Ashar, maka seolah-olah ia telah dirampas keluarganya dan hartanya."
Shahih
Kami biasa melaksanakan shalat Ashar bersama Rasulullah (ﷺ), kemudian unta disembelih dan dibagikan sepuluh bagian; kemudian dimasak dan kami makan daging yang dimasak itu sebelum matahari terbenam.
Shahih
Barangsiapa yang melewatkan shalat Ashar, seolah-olah dia telah kehilangan keluarganya dan hartanya.
Shahih
Allah's Messenger (ﷺ) used to offer the `Asr prayer at a time when the sun was still hot and high and if a person went to Al-`Awali (a place) of Medina, he would reach there when the sun was still high. Some of Al-`Awali
Shahih
Anas b. Malik reported that the Messenger of Allah (ﷺ) used to pray the afternoon prayer when the sun was high and bright, then one would go off to al-'Awali and get there while the sun was still high.
Shahih oleh Darussalam
Maka ia berdiri dan melaksanakan raka'at itu, kemudian ia mengucapkan salam, lalu sujud dua kali, kemudian ia mengucapkan salam (lagi).
Shahih oleh Darussalam
Nabi (ﷺ) shalat Zhuhur di Al-Madinah, empat raka'at, dan beliau shalat Ashar di Dhul-Hulaifah, dua raka'at.
Shahih oleh Darussalam
'Irak bin Malik menceritakan bahwa Nawfal bin Mu'awiyah memberitahunya bahwa dia mendengar Rasulullah (ﷺ) bersabda: 'Siapa pun yang melewatkan shalat Ashar, seolah-olah dia telah dirampok dari keluarganya dan hartanya.'
Shahih oleh Darussalam
Di antara shalat ada shalat yang jika seseorang melewatkannya, seolah-olah ia telah merampok keluarganya dan hartanya.
Shahih oleh Darussalam
Ada shalat yang jika seseorang melewatkannya, seolah-olah dia telah dirampok dari keluarganya dan hartanya.
Shahih
Rasulullah (ﷺ) biasa melaksanakan shalat Ashar ketika sinar matahari belum hilang dari kamarku.
Shahih
Allah's Messenger (ﷺ) used to offer the `Asr prayers at a time when the sunshine was still inside my chamber and no shadow had yet appeared in it.
Shahih
Nabi (ﷺ) biasa shalat shalat Ashar pada waktu ketika sinar matahari masih berada di dalam kamarku dan bayangan belum muncul di dalamnya.
Shahih oleh Darussalam
Shalat Wusta adalah Shalat Ashar.
Shahih oleh Al-Albani
'Aisyah berkata: Rasulullah (ﷺ) biasa melaksanakan shalat Ashar sementara sinar matahari masih ada di kamarnya sebelum matahari terbenam (dinding).
Shahih oleh Al-Albani
Jika seseorang mendapatkan satu raka'at dari shalat Ashar sebelum matahari terbenam, maka ia telah melaksanakan (shalat Ashar), dan jika seseorang melaksanakan satu raka'at dari shalat Fajr sebelum matahari terbit, maka
Shahih oleh Al-Albani
'Ala b. 'Abd al-Rahman said: We came upon Anas b. Malik after the Zuhr prayer. He stood for saying the 'Asr prayer. When he became free from praying, we mentioned to him about observing prayer in its early period or he h
Shahih oleh Al-Albani
Ibn 'Umar melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) bersabda: Siapa yang kehilangan shalat Ashar, maka seolah-olah keluarganya telah binasa dan hartanya telah dirampas.
Shahih oleh Darussalam
Dia tidak akan pernah masuk neraka, orang yang shalat sebelum matahari terbit dan sebelum terbenam.
Shahih oleh Darussalam
Jagalah shalat, terutama shalat yang tengah (Al-Wusta) dan shalat Ashar, dan berdirilah di hadapan Allah dengan ketaatan.