Shahih oleh Darussalam
Bab Bagaimana Tahlil
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Nabi (ﷺ) biasa mengucapkan: 'Labbaika Allahumma Labbaik, Labbaika la sharika laka labbaik. Innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulk, la sharika lak.'
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Nabi (ﷺ) biasa mengucapkan: 'Labbaika Allahumma Labbaik, Labbaika la sharika laka labbaik. Innal-hamda wan-ni'mata laka wal-mulk, la sharika lak.'
Shahih
Dari Salim bin Abdullah, saya mendengar ayah saya berkata, "Tidak pernah Rasulullah SAW mengenakan ihram kecuali di Masjid, yaitu di Masjid Dhul-Hulaifah."
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) tidak memulai Talbiyah kecuali dari Masjid Dhul-Hulaifah.
Shahih
Ketika Nabi (ﷺ) memasukkan kakinya ke dalam stirrup dan unta betinanya berdiri mengangkutnya, ia akan mulai membaca Talbiyah di masjid Dhul Hulaifah.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Ibn Umar bahwa ketika Rasulullah SAW memasukkan kakinya ke dalam pelana dan hewan tunggangannya bangkit bersamanya, beliau mengucapkan Talbiyah dari masjid Dhul Hulaifah.
Shahih
Muhammad bin Abi Bakr berkata, Fudail bin Sulaiman berkata, Musa bin Uqbah berkata, Salim bin Abdullah berkata dari ayahnya رضي الله عنه, bahwa Nabi ﷺ terlihat sedang beristirahat di Muarras di Dhul Hulaifah di dasar lem
Shahih
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Umar berkata: "Ketika Nabi (ﷺ) melewati malam di tempat peristirahatan di Dhul-Hulaifah di lembah (Aqiq), dia melihat mimpi dan dikatakan kepadanya, 'Anda berada di lembah yang diberkahi.'
Shahih oleh Darussalam
Penduduk Al-Madinah harus memasuki Ihram dari Dhul-Hulaifah, penduduk Syam harus memasuki Ihram dari Al-Juhfah, penduduk Najd harus memasuki Ihram dari Qarn.
Shahih oleh Darussalam
Kami masuk menemui Jabir bin ‘Abdullah, dan ketika kami sampai kepadanya, dia bertanya tentang orang-orang (yaitu, apa nama mereka, dll.). Ketika dia sampai kepadaku, aku berkata: ‘Aku Muhammad bin ‘Ali bin Husain.’ Dia
Shahih
Tempat Baida' ini adalah untuk kalian yang tentangnya kalian berbohong kepada Rasulullah (ﷺ). Dan Rasulullah (ﷺ) tidak memasuki keadaan ihram kecuali dekat masjid di Dhu'l-Hulaifah.
Shahih
'Abdullah b. 'Umar (Allah be pleased with them) melaporkan bahwa Rasulullah (ﷺ) menghabiskan malam di Dhu'l-Hulaifa saat memulai (ritual) Haji dan beliau melaksanakan shalat di masjidnya.
Shahih oleh Al-Albani
Ibn 'Umar berkata: 'Ini adalah al-Baida' kalian yang kalian tuduhkan kebohongan kepada Rasulullah ﷺ. Dia tidak mengangkat suaranya dalam talbiyah kecuali dari masjid, yaitu masjid Dhu al-Hulaifah.'
Shahih
Seorang lelaki berdiri di masjid dan berkata: Wahai Rasulullah, dari mana kami diperintahkan untuk berihram? Rasulullah ﷺ menjawab, "Penduduk Madinah berihram dari Dhil-Hulaifah, penduduk Syam dari Al-Juhfa, dan penduduk
Shahih oleh Al-Albani
Al Miswar bin Makhramah berkata: Rasulullah (ﷺ) keluar pada tahun Hudaibiyah dengan lebih dari seribu sahabat, dan ketika mereka sampai di Dhu al-Hulaifah, beliau mengalungkan dan menandai hewan kurban, serta memasuki ke
Shahih oleh Al-Albani
Ja’far bin Muhammad melaporkan atas nama ayahnya, "Rasulullah صلى الله عليه وسلم shalat dhuhur dan ashar dengan satu adzan dan dua iqamah di Arafah dan tidak melakukan shalat sunnah di antara keduanya. Ia shalat maghrib
Rasulullah (ﷺ) bermalam di Dzul Hulaifah, di mana beliau memulai ibadah Haji dengan tindakan ini, dan beliau shalat di Masjid di sana.