Shahih
Bab Shalat Malam Dua Raka'at Dua Raka'at dan Witir Satu Raka'at di Akhir Malam
Laksanakanlah shalat Witir sebelum pagi.
Shahih
Laksanakanlah shalat Witir sebelum pagi.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) biasa shalat witir dengan tujuh atau lima (rak'ah), tidak memisahkan antara keduanya dengan taslim.
Shahih
Aisyah melaporkan: Rasulullah (ﷺ) melaksanakan shalat Witir setiap malam dan beliau menyelesaikan Witir pada waktu fajar.
Shahih
Segeralah untuk melaksanakan shalat Witir sebelum pagi.
Shahih
Itu adalah satu raka'at di akhir shalat malam.
Shahih oleh Al-Albani
Lima shalat yang telah diwajibkan Allah. Siapa yang melakukan wudhu dengan baik, melaksanakan shalat pada waktunya, dan menyempurnakan rukuk dan khusyuknya, maka Allah menjamin akan mengampuninya.
Shahih
Dari Aisyah: Nabi (ﷺ) biasa shalat sementara saya tidur melintang di tempat tidurnya di depannya. Setiap kali beliau ingin shalat witir, beliau membangunkan saya dan saya pun shalat witir.
Shahih oleh Al-Albani
Dari Ibn 'Umar: Ketika bepergian, Rasulullah SAW melakukan shalat sunnah di atas kendaraannya ke arah mana pun ia berpaling; dan ia melaksanakan shalat witir, tetapi ia tidak melaksanakan shalat wajib di atasnya.
Shahih oleh Al-Albani
Abdullah bin Abi Qais berkata bahwa ia bertanya kepada Aisyah: Berapa banyak raka'at yang dilakukan Rasulullah (ﷺ) dalam shalat witir? Ia menjawab: Ia biasa melakukan witir dengan empat dan tiga, enam dan tiga, delapan d
Shahih
Temanku (ﷺ) memerintahkanku dalam tiga (amal), dan aku tidak akan pernah meninggalkannya selama aku hidup.
Shahih
Abu Salama b. Abd al-Rahman bertanya kepada 'A'isha tentang shalat malam Rasulullah (ﷺ) selama bulan Ramadan. Ia berkata: Rasulullah (ﷺ) tidak melakukan lebih dari sebelas raka'at (shalat malam) baik di bulan Ramadan mau
Shahih
Diriwayatkan dari Abu Salamah bin 'Abdur Rahman bahwa ia bertanya kepada 'Aisyah, 'Bagaimana shalat Rasulullah (ﷺ) di bulan Ramadan?' Ia menjawab, 'Ia tidak pernah shalat lebih dari sebelas raka'at di bulan Ramadan atau
Shahih oleh Al-Albani
Nabi (ﷺ) memimpin mereka dalam shalat dan lupa (berapa raka'at yang telah dia shalat), kemudian dia sujud dua kali, lalu dia mengucapkan salam.
Shahih oleh Al-Albani
Dia (Nabi) shalat delapan raka'at, tidak duduk di dalamnya kecuali pada raka'at yang kedelapan, lalu dia duduk dan mengingat Allah, kemudian berdoa, lalu mengucapkan salam dengan suara yang dapat kami dengar. Kemudian di
Shahih oleh Al-Albani
Berkahilah aku dan suamiku.
Shahih oleh Al-Albani
Jabir bin 'Abd Allah berkata: Rasulullah (ﷺ) biasa mengajarkan kami doa istikharah (memohon pilihan yang baik dari Allah) sebagaimana beliau mengajarkan kami surah (bab) dari Al-Qur'an. Beliau berkata: Apabila salah seor
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) biasa melakukan shalat sunnah (Usabbih) saat berkendara, menghadap ke arah mana pun yang dihadapinya, dan beliau juga melakukan shalat Witir dengan cara yang sama, tetapi beliau tidak melaksanakan shalat y
Shahih oleh Al-Albani
‘Urwah melaporkan dari ‘A’ishah: Rasulullah (ﷺ) biasa shalat di malam hari dan dia (‘A’ishah) tidur di antara beliau dan kiblat, berbaring di tempat tidur yang beliau gunakan untuk tidur. Ketika beliau ingin melaksanakan
Shahih oleh Al-Albani
'Abd Allah bin 'Abbas berkata bahwa ia tidur bersama Nabi (ﷺ). Ia melihat bahwa Nabi (ﷺ) terbangun, menggunakan siwak, berwudhu, dan membaca: "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi" 3:190 hingga akhir surah. Kemu
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (ﷺ) shalat witir dengan satu raka'at, kemudian ia shalat dua raka'at di mana ia membaca sambil duduk.