Bab Memendekkan Shalat dalam Perjalanan
Allah mewajibkan shalat melalui lisan Nabi kalian ﷺ: Empat raka'at saat menetap dan dua raka'at saat bepergian.
10 hadits yang perlu kamu baca
Allah mewajibkan shalat melalui lisan Nabi kalian ﷺ: Empat raka'at saat menetap dan dua raka'at saat bepergian.
Rasulullah ﷺ melakukan perjalanan dan beliau shalat dua rakaat selama sembilan belas hari.
Nabi ﷺ menggabungkan shalat Zhuhur dan Ashar, serta Maghrib dan Isya saat bepergian dalam Perang Tabuk.
Diriwayatkan oleh Yahya bin Yazid al-Hannani: Saya bertanya kepada Anas bin Malik tentang pemendekan shalat (saat bepergian). Ia berkata: Ketika Rasulullah ﷺ berangkat dalam perjalanan sejauh tiga mil atau tiga farsakh (
Mu'adhdhin Ibn Umar berkata: shalat (yaitu waktu shalat telah tiba). Dia berkata: Silakan. Kemudian dia turun sebelum hilangnya. Dia kemudian melaksanakan shalat malam. Dia kemudian berkata: Ketika Rasulullah ﷺ terburu-b
Allah (SWT) mengutus Muhammad ﷺ kepada kami ketika kami tidak mengetahui apa-apa, dan yang seharusnya kami lakukan adalah melakukan apa yang kami lihat Muhammad ﷺ lakukan.
Mereka shalat Zhuhur dan Ashar dua raka'at dan dua raka'at, tidak shalat sebelum dan setelahnya.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa: Rasulullah (semoga Allah memberinya berkah dan memberi keselamatan) berangkat dari Makkah menuju Madinah, tidak takut kecuali kepada Tuhan semesta alam, dan shalat dua rakaat.
Ketika iqamah dipanggil untuk shalat, janganlah kalian datang dengan berlari, tetapi datanglah dengan berjalan, dan dalam keadaan tenang. Apa yang kalian dapatkan, maka shalatlah, dan apa yang kalian lewatkan, maka sempu
“Rasulullah ﷺ mewajibkan shalat ketika berada di tempat tinggal dan shalat ketika dalam perjalanan. Kami biasa shalat ketika kami berada di tempat tinggal baik sebelum dan sesudah (shalat wajib), dan kami biasa shalat ba