Shahih
Bab Keutamaan Puasa Muharram
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah bulan Allah, yaitu Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam."
20 hadits tentang keutamaan puasa di bulan Muharram, bulan Allah yang mulia.
Shahih
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah bulan Allah, yaitu Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam."
Shahih oleh Al-Albani
Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah al-Muharram.
Shahih oleh Darussalam
Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadan adalah bulan Allah Al-Muharram.
Shahih oleh Darussalam
Puasa yang paling baik setelah bulan Ramadan adalah bulan Allah, Al-Muharram, dan shalat yang paling baik setelah shalat wajib adalah shalat malam.
Shahih oleh Darussalam
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah (S) bersabda: "Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah puasa bulan Allah, Al-Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah yang wajib adalah shalat malam."
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan berkata: 'Puasa apa yang lebih baik setelah bulan Ramadan?' Beliau menjawab: 'Bulan Allah yang disebut Muharram.'
Shahih oleh Darussalam
Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam dan puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah bulan Muharram.
Shahih oleh Darussalam
Dari Abu Hurairah: Rasulullah ﷺ bersabda: "Siapa yang melaksanakan Qiyam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."
Shahih
Mereka menganggap bahwa melakukan Umrah di bulan-bulan Haji adalah perbuatan yang buruk di bumi, dan mereka menyebut bulan Muharram sebagai Safar dan berkata, 'Ketika (luka di punggung unta) telah sembuh dan jejak (unta)
Shahih oleh Al-Albani
Waktu telah menyelesaikan siklus dan mengambil bentuk seperti pada hari ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Setahun mengandung dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan yang dihormati, tiga di antaranya berturu
Shahih
Sesungguhnya zaman telah kembali seperti keadaannya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi; tahun itu dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan yang dihormati. Tiga di antaranya berturut-turut; Dzulqa'dah, Dzulh
Shahih
Orang-orang Mekkah meminta kepada Rasulullah ﷺ untuk menunjukkan kepada mereka sebuah mukjizat. Maka beliau menunjukkan kepada mereka bulan yang terbelah menjadi dua, sehingga mereka melihat Gunung Hira' di antara keduan
Shahih oleh Darussalam
Mereka menganggap bahwa umrah di bulan-bulan haji adalah salah satu dari keburukan yang paling besar di bumi, dan mereka menyebut Muharram sebagai Safar, dan berkata: 'Ketika luka di punggung unta telah sembuh dan buluny
Shahih
Pada masa Rasulullah ﷺ, bulan terbelah menjadi dua; satu bagian tetap di atas gunung, dan bagian lainnya pergi di balik gunung. Maka Rasulullah ﷺ bersabda, 'Saksikanlah mukjizat ini.'
Shahih
Waktu telah kembali seperti keadaannya pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Tahun terdiri dari dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan yang dihormati: Tiga bulan berturut-turut, yaitu Dzul-Qa'dah, Dzul-Hijj
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Anas, ia berkata: Kami bersama Umar antara Makkah dan Madinah, dan kami melihat bulan sabit. Saya memiliki penglihatan yang tajam dan saya melihatnya, lalu saya mulai berkata kepada Umar, 'Tidakkah kamu
Shahih
Rasulullah ﷺ bersumpah untuk tidak mendatangi istrinya (selama satu bulan), dan pada hari-hari itu beliau mengalami keseleo di kakinya. Beliau tinggal di sebuah Mashrubah (ruangan atas) selama dua puluh sembilan malam.
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang diberkahi, yang Allah, Yang Maha Agung dan Mulia, telah mewajibkan kalian untuk berpuasa. Di dalamnya pintu
Sanad kuat oleh Darussalam
Kami pergi berperang bersama Rasulullah ﷺ pada bulan Ramadan dan penaklukan terjadi di bulan Ramadan, dan kami berbuka puasa dalam kedua kasus tersebut.
Sanad kuat oleh Darussalam
Kami pergi dalam dua ekspedisi bersama Rasulullah ﷺ pada bulan Ramadan, yaitu pada hari Badr dan penaklukan (Mekah), dan kami berbuka puasa dalam kedua kasus tersebut.