Shahih
Bab Keutamaan Puasa Muharram
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah bulan Allah, yaitu Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam."
Temukan 10 hadits yang membuat Muharram lebih bermakna dan penuh berkah.
Shahih
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Puasa yang paling utama setelah Ramadan adalah bulan Allah, yaitu Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam."
Shahih oleh Darussalam
Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam dan puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah bulan Muharram.
Shahih oleh Darussalam
Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah (S) bersabda: "Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah puasa bulan Allah, Al-Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah yang wajib adalah shalat malam."
Shahih oleh Darussalam
Puasa yang paling baik setelah bulan Ramadan adalah bulan Allah, Al-Muharram, dan shalat yang paling baik setelah shalat wajib adalah shalat malam.
Shahih oleh Al-Albani
Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah al-Muharram.
Shahih oleh Darussalam
Puasa yang paling utama setelah puasa bulan Ramadan adalah bulan Allah Al-Muharram.
Shahih
Nabi ﷺ berpuasa pada tanggal 10 Muharram ('Ashura) dan memerintahkan (kaum Muslim) untuk berpuasa pada hari itu.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa seorang laki-laki datang kepada Nabi ﷺ dan berkata: 'Puasa apa yang lebih baik setelah bulan Ramadan?' Beliau menjawab: 'Bulan Allah yang disebut Muharram.'
Shahih oleh Darussalam
Dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu."
Shahih
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendirikan shalat dengan baik dan berpuasa di bulan Ramadan, maka adalah hak Allah untuk memasukkannya ke dalam surga.
Shahih oleh Darussalam
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ biasa mendorong (kami) untuk melakukan Qiyam di bulan Ramadan, tanpa memaksa, dan beliau bersabda: 'Siapa yang menghabiskan malam-malam Ramadan dalam shalat (Qiyam) karena iman dan h
Shahih
Abu Huraira melaporkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika datang bulan Ramadan, pintu-pintu rahmat dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan setan-setan dibelenggu."
Shahih oleh Darussalam
Abu Hurairah narrated that : the Messenger of Allah ﷺ said: "Do no precede the month of Ramadan by fasting a day or two before it, unless it is the case of a man who normally performs some fast, then let him fast it."
Shahih oleh Darussalam
Dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah bahwa: Nabi ﷺ biasa mendorong untuk melaksanakan Qiyam Al-Lail di bulan Ramadan, tetapi tidak secara paksa. Dan beliau bersabda: "Ketika Ramadan dimulai, pintu-pintu sur
Shahih oleh Darussalam
Puasa yang paling utama adalah puasa saudaraku Dawud. Ia berpuasa sehari dan tidak berpuasa (hari berikutnya). Ia tidak melarikan diri saat berhadapan (dengan musuh).
Shahih
Ibn Abbas (Allah be pleased with him) reported that the Messenger of Allah ﷺ went out during the month of Ramadan in the year of Victory (when Mecca was conquered) and was fasting till he reached Kadid (a canal situated
Shahih oleh Darussalam
Ketika malam datang dan siang pergi, dan matahari terbenam, maka (saat itu) adalah waktu untuk berbuka puasa.
Shahih oleh Darussalam
Bulan yang paling disukai oleh Rasulullah ﷺ untuk berpuasa adalah Sya'ban; sungguh, beliau biasa menghubungkannya dengan Ramadan.
Bulan sabar (Ramadhan) dan tiga hari dari setiap bulan adalah puasa sepanjang masa.
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Telah datang kepada kalian Ramadan, bulan yang diberkahi, yang Allah, Yang Maha Agung dan Mulia, telah mewajibkan kalian untuk berpuasa. Di dalamnya pintu