HR. Ahmad no. 231Shahih · Darussalam
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ، أَخْبَرَنَا هِشَامٌ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَاصِمٍ، عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ وَأَدْبَرَ النَّهَارُ وَغَابَتْ الشَّمْسُ فَقَدْ أَفْطَرْتَ.
Cara baca (latin)
haddatsana abnu numayrin, akhbarana hisyamun, an abihi, an ashimin, an umara ibni alkhatthabi, radhiya allahu anhu qala qala rasulu allahi shalla allahu alayhi wasallama idza aqbala allaylu waadbara annaharu waghabat assyamsu faqad aftharta.
Telah menceritakan kepada kami Ibn Numair, telah memberitakan kepada kami Hisham, dari ayahnya, dari Asim, dari Umar bin al-Khattab, رضي الله عنه, berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika malam datang dan siang pergi, dan matahari terbenam, maka (saat itu) adalah waktu untuk berbuka puasa."
Belajar nahwu 11 kata
Analisis sedang disiapkan, panel terisi otomatis.
Belum ada analisis nahwu untuk hadits ini.
Ketika malam datang dan siang pergi, dan matahari terbenam, maka (saat itu) adalah waktu untuk berbuka puasa.
Analisis dibantu AI.