Shahih oleh Al-Albani
Bab Tentang Hak Tetangga
Jibril terus-menerus berpesan kepadaku tentang tetangga hingga aku mengira bahwa dia akan mewariskannya.
20 hadits tentang berbuat baik dan hak syuf'ah tetangga, mari amalkan.
Shahih oleh Al-Albani
Jibril terus-menerus berpesan kepadaku tentang tetangga hingga aku mengira bahwa dia akan mewariskannya.
Shahih oleh Darussalam
Jibril terus menerus mewasiatkan kepadaku tentang (perlakuan terhadap) tetangga sehingga aku mengira bahwa dia akan mewariskannya kepada kalian.
Shahih oleh Darussalam
Jibril terus-menerus merekomendasikan aku tentang (perlakuan terhadap) tetangga sehingga aku mengira dia akan memerintahkan aku untuk menjadikan mereka sebagai ahli waris.
Shahih oleh Darussalam
Jibril terus-menerus memerintahkan saya untuk berbuat baik kepada tetangga hingga saya mengira bahwa dia akan menjadikannya sebagai ahli waris.
Shahih oleh Darussalam
Jibril terus-menerus menyuruhku untuk berbuat baik kepada tetangga hingga aku mengira bahwa dia akan menjadikannya sebagai ahli waris.
Shahih oleh Darussalam
Abdullah bin Amr meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Sahabat yang terbaik di sisi Allah adalah yang terbaik bagi sahabatnya. Dan tetangga yang terbaik di sisi Allah adalah yang terbaik bagi tetangganya."
Shahih oleh Darussalam
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia menghormati tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Jabir berkata: "Rasulullah ﷺ memutuskan prinsip pre-emption, dan (hak-hak) tetangga."
Shahih oleh Darussalam
Tetangga lebih berhak atas properti yang dekat.
Shahih
Tetangga lebih berhak atas hak tetangganya.
Shahih oleh Al-Albani
Tetangga lebih berhak atas rumah atau tanah tetangganya.
Shahih oleh Al-Albani
Tetangga memiliki hak yang lebih besar terhadap rumah atau tanah tetangganya.
Shahih oleh Al-Albani
Tetangga lebih berhak atas hak syuf'ah, dan ia harus menunggu pelaksanaannya meskipun ia tidak ada, jika kedua properti tersebut memiliki jalan yang sama.
Shahih
Tetangga lebih berhak atas haknya.
Shahih oleh Al-Albani
Sesungguhnya Rasulullah ﷺ menjadikan hak untuk membeli properti tetangga berlaku untuk segala sesuatu yang belum dibagi, tetapi ketika batas-batas ditetapkan dan jalan-jalan dipisahkan, maka tidak ada pilihan.
Shahih oleh Darussalam
Diriwayatkan dari 'Amr bin al-Sharid, dari ayahnya, bahwa seorang lelaki berkata: "Wahai Rasulullah, tidak ada seorang pun yang memiliki bagian di tanah saya, tetapi ada tetangga." Ia berkata: "Tetangga lebih berhak atas
Shahih oleh Al-Albani
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.
Tetangga lebih berhak atas harta yang dekat.
Hasan oleh Darussalam
Dari Jabir, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Tetangga lebih berhak atas hak syuf'ahnya. Ia harus ditunggu meskipun ia tidak ada, jika jalan mereka sama."
Hasan oleh Al-Albani
Pergilah dan bersabarlah.