Shahih oleh Al-Albani
Bab Shalat Malam
Dari Aisyah, Ummul Mu'minin: Janganlah kamu meninggalkan shalat malam, karena Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya. Jika beliau sakit atau malas, beliau shalat sambil duduk.
20 hadits yang bikin malammu lebih bermakna dengan shalat tahajud
Shahih oleh Al-Albani
Dari Aisyah, Ummul Mu'minin: Janganlah kamu meninggalkan shalat malam, karena Rasulullah ﷺ tidak pernah meninggalkannya. Jika beliau sakit atau malas, beliau shalat sambil duduk.
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah ﷺ biasa shalat di malam hari sepuluh raka'at, dan mengerjakan witir dengan satu raka'at, kemudian beliau shalat dua raka'at shalat fajar. Maka totalnya adalah tiga belas raka'at.
Shahih oleh Al-Albani
Nabi ﷺ biasa shalat tiga belas raka'at di malam hari termasuk dua raka'at shalat subuh.
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah ﷺ biasa shalat sebelas raka'at, mengucapkan salam di akhir setiap dua raka'at dan mengerjakan witir dengan satu raka'at. Selama itu, beliau berlama-lama dalam sujudnya, kira-kira selama seseorang membaca lima
Shahih oleh Al-Albani
Dia mengucapkan salam dengan cara yang dapat kami dengar.
Shahih
Saya telah melihat dan memahami apa yang kalian lakukan. Kalian seharusnya shalat di rumah kalian, karena shalat yang terbaik bagi seseorang adalah yang ia lakukan di rumahnya, kecuali shalat yang wajib.
Shahih oleh Al-Albani
Rasulullah ﷺ biasa shalat sebelas raka'at (di malam hari).
Shahih
Rasulullah ﷺ biasa shalat di malam hari dan ketika beliau melaksanakan Witir, beliau berkata kepadaku: Wahai Aisyah, bangunlah dan laksanakan Witir.
Shahih oleh Darussalam
Shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam dan puasa yang paling utama setelah bulan Ramadan adalah bulan Muharram.
Shahih
Aisyah berkata tentang (shalat malam) Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam: Beliau biasa tidur di awal malam, dan bangun di akhir malam. Jika beliau ingin berhubungan dengan istrinya, beliau memenuhi hasratnya, kemudi
Shahih
Abu Salama b. Abd al-Rahman bertanya kepada 'A'isha tentang shalat malam Rasulullah ﷺ selama bulan Ramadan. Ia berkata: Rasulullah ﷺ tidak melakukan lebih dari sebelas raka'at (shalat malam) baik di bulan Ramadan maupun
Shahih oleh Darussalam
‘Di malam hari, setan mengikat tali yang terdapat tiga simpul di tengkuk salah seorang dari kalian. Jika ia terbangun dan mengingat Allah, satu simpul terlepas. Jika ia berwudhu, satu simpul terlepas, dan jika ia berdiri
Shahih oleh Al-Albani
Ia (Nabi) berdiri dan shalat delapan raka'at secara berpasangan, kemudian melaksanakan witir dengan lima raka'at dan tidak duduk di antara keduanya.
Shahih oleh Darussalam
Puasa yang paling baik setelah bulan Ramadan adalah bulan Allah, Al-Muharram, dan shalat yang paling baik setelah shalat wajib adalah shalat malam.
Ia berkata: Ia biasa memimpin orang-orang dalam shalat Isya, kemudian kembali ke keluarganya dan shalat empat rakaat, lalu pergi ke tempat tidurnya.
Hasan oleh Darussalam
Ya'la bin Mamlak berkata bahwa ia bertanya kepada Umm Salamah tentang shalat Rasulullah ﷺ dan dia berkata: "Ia biasa shalat 'Isya, kemudian ia bertasbih, lalu setelah itu ia shalat apa saja yang Allah (SWT) kehendaki dar
Dia biasa melaksanakan shalat malam dalam jamaah, kemudian kembali ke keluarganya dan shalat empat rakaat. Setelah itu, beliau pergi ke tempat tidurnya dan tidur, tetapi air untuk wudhu-nya diletakkan tertutup di dekat k
Rasulullah ﷺ melaksanakan shalat Isya, kemudian shalat delapan raka'at sambil berdiri, dan dua raka'at antara dua adzan (yaitu adzan untuk shalat Subuh dan iqamah). Beliau tidak pernah meninggalkannya.
Hal pertama yang dia katakan adalah: “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berikanlah makanan kepada orang-orang, dan shalatlah di malam hari ketika orang-orang tidur, kalian akan masuk surga dengan damai.”
Maudu' oleh Darussalam
Diriwayatkan bahwa Jabir berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Siapa yang banyak shalat di malam hari, wajahnya akan tampak tampan di siang hari.'"