Shahih
Bab Adzan Sebelum Fajar
Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, maka makan dan minumlah (sahur) sampai Ibn Um Maktum mengumandangkan adzan.
20 hadits yang bikin sahurmu lebih tepat waktu
Shahih
Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, maka makan dan minumlah (sahur) sampai Ibn Um Maktum mengumandangkan adzan.
Shahih
Bilal mengumandangkan Adzan di malam hari, maka makan dan minumlah (Suhur) sampai Ibn Um Maktum mengumandangkan Adzan.
Shahih
Makan dan minumlah sampai Ibn Um Maktum mengumandangkan adzan, karena dia tidak mengumandangkan adzan sampai fajar.
Shahih
Makanlah dan minumlah hingga Ibn Um Maktum mengumandangkan adzan, karena dia tidak mengumandangkan adzan hingga terbit fajar.
Shahih
Bilal mengumandangkan Adzan di malam hari, maka teruslah makan dan minum (Suhur) hingga Ibn Um Maktum mengumandangkan Adzan.
Shahih
Nabi ﷺ bersabda, "Adzan yang diucapkan oleh Bilal tidak boleh menghentikan kalian dari sahur, karena ia mengumandangkan adzan di malam hari, agar yang melakukan shalat malam (Tahajjud) di antara kalian segera dan yang ti
Shahih
Bilal akan mengumandangkan Adhan di malam hari, maka makan dan minumlah hingga kalian mendengar Adhan Ibn Umm Maktum.
Shahih oleh Darussalam
Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, maka makan dan minumlah hingga kamu mendengar Ibn Umm Maktum mengumandangkan adzan.
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah (S.A.W) bersabda: "Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, maka makan dan minumlah hingga Ibn Umm Maktum mengumandangkan adzan."
Shahih oleh Darussalam
Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika Ibn Umm Maktum mengumandangkan adzan, maka makan dan minumlah, dan jika Bilal mengumandangkan adzan, maka jangan makan dan minum."
Shahih oleh Al-Albani
Bilal mengumandangkan adzan sebelum fajar; maka Nabi ﷺ memerintahkannya untuk kembali dan mengumandangkan: "Ingatlah! Hamba Allah (yaitu saya) telah tidur (karena kesalahan ini)."
Shahih oleh Al-Albani
Nafi' reported : A mu'adhdhin of ‘Umar, named Masruh, called the Adhan for the morning prayer before the break of dawn; ‘Umar commanded him (to repeat). The narrator reported the tradition in a similar way. Abu Dawud sai
Shahih oleh Al-Albani
Ibn Umm Maktum adalah mu'adzin Rasulullah (Semoga keselamatan tercurah kepadanya) dan dia buta.
Shahih
Ibn Umm Maktum biasa mengumandangkan Adzan atas perintah Rasulullah ﷺ meskipun ia buta.
Shahih oleh Darussalam
Ali bin Zaid bin Jud’an berkata: Saya mendengar Anas bin Malik berkata: 'Mu’adh-dhin akan mengumandangkan Adhan pada masa Rasulullah ﷺ, dan seseorang akan mengira bahwa itu adalah Iqamah karena banyaknya orang yang berdi
Shahih
Nabi memerintahkan dua rakaat shalat ringan (sunnah) sebelum iqamah shalat wajib (jamaah).
Shahih
Bilal mengumandangkan Adzan di malam hari, maka makan dan minumlah hingga Ibn Um Maktum mengumandangkan Adzan.
Shahih
“Hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, dan yang paling tua di antara kalian menjadi imam.”
Hasan oleh Al-Albani
The Messenger of Allah ﷺ said to Bilal: Do not call adhan until the dawn appears clearly to you in this way, stretching his hand in latitude. Abu Dawud said: Shaddad did not see Bilal.
Dari Abu Juhaifah, dia berkata: "Aku datang kepada Nabi ﷺ di Mekkah; dia sedang duduk di dalam tenda yang terbuat dari kulit. Kemudian Bilal keluar dan mengumandangkan adzan. Aku melihat mulutnya mengikuti ke kanan dan k