Bab Tentang Muadzin yang Menghadap Saat Adzan
haddatsana musa ibnu ismaila, haddatsana qaysun yani abna arrabii, h wahaddatsana muhammadu ibnu sulaymana alanbariyyu, haddatsana wakiun, an sufyana, jamian an awni ibni abi juhayfaha, an abihi, qala ataytu annabiyya bimakkaha wahuwa fi qubbahin hamraa min adamin fakharaja bilalun faaddzana fakuntu atatabbau famahu ha huna waha huna. qala tsumma kharaja rasulu allahi waalayhi hullahun hamrau burudun yamaniyahun qithriyyun. waqala musa qala raaytu bilalan kharaja ila alabthahi faaddzana falamma balagha haa ala asshalahi haa ala alfalahi. lawa unuqahu yaminan wasyimalan walam yastadir tsumma dakhala faakhraja alanazaha wasaqa haditsahu.
Dari Abu Juhaifah, dia berkata: "Aku datang kepada Nabi ﷺ di Mekkah; dia sedang duduk di dalam tenda yang terbuat dari kulit. Kemudian Bilal keluar dan mengumandangkan adzan. Aku melihat mulutnya mengikuti ke kanan dan ke kiri (yaitu, kanan dan kiri). Kemudian Rasulullah ﷺ keluar mengenakan pakaian merah, yaitu, memakai kain Yaman dengan desain Qatri. Dalam riwayat yang diceritakan oleh Musa ada kata: 'Aku melihat Bilal pergi ke al-Abtah'. Kemudian dia mengumandangkan adzan. Ketika dia sampai pada kalimat 'Ayo shalat, ayo selamat', dia memutar lehernya ke kanan dan ke kiri, tetapi dia tidak memutar tubuhnya (secara keseluruhan). Kemudian dia masuk (ke rumahnya) dan keluar dengan sebuah alat pemotong. Si perawi kemudian melaporkan sisa tradisi.