Bab Apa yang Dikatakan tentang Meninggalkan Bacaan di Belakang Imam Jika Imam Membaca dengan Suara Keras
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مُوسَى الأَنْصَارِيُّ، حَدَّثَنَا مَعْنٌ، حَدَّثَنَا مَالِكٌ، عَنْ أَبِي نُعَيْمٍ، وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، يَقُولُ مَنْ صَلَّى رَكْعَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَلَمْ يُصَلِّ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ وَرَاءَ الإِمَامِ . قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ .
Abu Nu'aim Wahb bin Kaisan meriwayatkan bahwa ia mendengar Jabir bin 'Abdullah berkata: "Siapa pun yang shalat satu rakaat dan tidak membaca Umm Al-Qur'an di dalamnya, maka ia tidak shalat kecuali jika ia berada di belakang imam." Abu 'Eisa berkata: Hadits ini Hasan Sahih.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
