Bab Meninggalkan Bacaan di Belakang Imam dalam Shalat yang Tidak Dikeraskan
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى، عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم صَلَّى صَلاَةَ الظُّهْرِ أَوِ الْعَصْرِ وَرَجُلٌ يَقْرَأُ خَلْفَهُ فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ " أَيُّكُمْ قَرَأَ بِـ { سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى } فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ أَنَا وَلَمْ أُرِدْ بِهَا إِلاَّ الْخَيْرَ . فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم " قَدْ عَرَفْتُ أَنَّ بَعْضَكُمْ قَدْ خَالَجَنِيهَا " .
Dari Imran bin Husain bahwa Nabi (ﷺ) shalat Zuhur atau Ashar, dan seorang laki-laki membaca di belakangnya. Ketika ia selesai, ia berkata: "Siapa di antara kalian yang membaca: "Maha Sucikan Nama Tuhanmu yang Maha Tinggi?" Seorang laki-laki di antara mereka berkata: "Saya, tetapi saya tidak berniat selain kebaikan." Nabi (ﷺ) berkata: "Saya menyadari bahwa sebagian dari kalian berselisih dengan saya tentang hal itu."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
