Bab Larangan Mengenakan Kemeja bagi Muhrim
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، أَنَّ رَجُلاً، سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَا يَلْبَسُ الْمُحْرِمُ مِنَ الثِّيَابِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم " لاَ تَلْبَسُوا الْقُمُصَ وَلاَ الْعَمَائِمَ وَلاَ السَّرَاوِيلاَتِ وَلاَ الْبَرَانِسَ وَلاَ الْخِفَافَ إِلاَّ أَحَدٌ لاَ يَجِدُ نَعْلَيْنِ فَلْيَلْبَسْ خُفَّيْنِ وَلْيَقْطَعْهُمَا أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ وَلاَ تَلْبَسُوا شَيْئًا مَسَّهُ الزَّعْفَرَانُ وَلاَ الْوَرْسُ " .
Dari Abdullah bin Umar, bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah (s.a.w), "Pakaian apa yang boleh dikenakan oleh muhrim?" Rasulullah (s.a.w) bersabda: "Janganlah kalian mengenakan kemeja, sorban, celana, jubah, atau khuf, kecuali jika seseorang tidak menemukan sandal, maka ia boleh mengenakan khuf. Namun, ia harus memotongnya agar lebih rendah dari pergelangan kaki. Dan janganlah kalian mengenakan sesuatu yang telah tersentuh oleh (dijadikan) pewarna saffron atau wars."
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
