Ibn Abbas (Allah be pleased with him) reported that the Messenger of Allah ﷺ went out during the month of Ramadan in the year of Victory (when Mecca was conquered) and was fasting till he reached Kadid (a canal situated
Bab Kebolehan Puasa dan Berbuka di Bulan Ramadan bagi Musafir yang Tidak dalam Dosa jika Perjalanannya Dua Marhalah atau Lebih dan Bahwa yang Terbaik bagi yang Mampu Tanpa Bahaya adalah Puasa dan bagi yang Sulit adalah Berbuka
Jabir b. 'Abdullah (Allah be pleased with both of them) reported that Allah's Messenger ﷺ went out to Mecca in Ramadan in the year of Victory, and he and the people fasted till he came to Kura' al-Ghamim dan orang-orang
Jabir bin 'Abdullah (semoga Allah meridhoi keduanya) melaporkan bahwa dalam perjalanan, Rasulullah ﷺ melihat seorang lelaki yang dikerumuni orang-orang dan diberi naungan. Maka beliau bertanya: "Apa yang terjadi padanya?
Abu Sa'id al-Khudri (semoga Allah meridhainya) berkata: Kami pergi berperang bersama Rasulullah ﷺ pada tanggal 16 Ramadan. Di antara kami ada yang berpuasa dan ada yang berbuka. Namun, tidak ada orang yang berpuasa yang
Kami bepergian bersama Rasulullah ﷺ. Orang yang berpuasa tetap berpuasa, dan orang yang berbuka berbuka, tetapi tidak ada di antara mereka yang mencela satu sama lain.
Humaid melaporkan bahwa Anas (semoga Allah meridhoi dia) ditanya tentang puasa Ramadan saat bepergian. Dia berkata: Kami bepergian dengan Rasulullah ﷺ pada bulan Ramadan, tetapi tidak ada orang yang berpuasa yang mencela