Bab Kebolehan Berpuasa dan Berbuka di Bulan Ramadan bagi Musafir yang Tidak Dalam Dosa
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، أَخْبَرَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ، عَنْ حُمَيْدٍ، قَالَ سُئِلَ أَنَسٌ - رضى الله عنه - عَنْ صَوْمِ رَمَضَانَ فِي السَّفَرِ فَقَالَ سَافَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي رَمَضَانَ فَلَمْ يَعِبِ الصَّائِمُ عَلَى الْمُفْطِرِ وَلاَ الْمُفْطِرُ عَلَى الصَّائِمِ .
Humaid melaporkan bahwa Anas (semoga Allah meridhoi dia) ditanya tentang puasa Ramadan saat bepergian. Dia berkata: Kami bepergian dengan Rasulullah SAW pada bulan Ramadan, tetapi tidak ada orang yang berpuasa yang mencela orang yang berbuka, dan tidak ada orang yang berbuka yang mencela orang yang berpuasa.
☝️ Salin kutipan hadits diatasDonasi operasional website
Rp 10,000
Rp 30,000
Rp 50,000
Rp 100,000
Rp 1,000,000
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’/34: 39)
